Tuhan dan Agama

- Penulis

Rabu, 28 Desember 2011 - 02:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUATU SIANG SAYA DIKEJUTKAN OLEH BEBERAPA PERTANYAAN:
Apakah Tuhan butuh agama?
Ataukah Manusia saja yang butuh agama?
Apakah Tuhan hanya "disalurkan" lewat agama?
Apakah manusia bisa bertemu dengan Tuhan walau tanpa agama?
Apakah Tuhan bisa dijumpai secara resmi tanpa pihak yang disebut sebagai "wakil, perantara, gembala?"
Kalau Tuhan yang butuh agama, betulkah Ia perlu urusan berbelit-belit?
Kalau Tuhan tidak butuh agama, mengapa Dia membiarkan agama-agama tetap ada?
Ataukah biarTuhan tahu ada agama, namun karena kedirianNya tidak terwakili agama
maka agama bukan soal bagi diriNya?
pertanyaan ini datang dari seorang yang baru pulang sembayang...

saya tidak menyangka pertanyaan-pertanyaan ini diajukan
walau sebenarnya setiap orang beragama berhak untuk mencari pemahaman atas imannya
sebuah pencarian untuk menemukan otentisitas dan originalitas atasnya...

sambil minum kopi robusta yang enak
saya membentangkan penjelasan rasional-sistematis yang menjadi inti hadirnya agama dalam kehidupan manusia
teori-teori dan refleksi iman berhamburan dari zaman Bapa-bapa Gereja hingga teolog mashur sekelas Karl Rahner dan Joseph Ratzinger, tak lupa teolog Amerika Latin kesohor seperti Guttierez dkk
namun leleki tua ini tetap tak menemukan pencerahan malah kembali ia bertanya:
"Siapakah yang butuh ada agama, Tuhan atau Manusia atau Agama itu sendiri sebagai institusi?"
diskusi ini akhirnya dihentikan karena hujan mulai rintik-rintik
dia berpamitan pulang...

di ruang kerja, pertanyaan itu kembali menggema...
aku tak pedulikan isi pertanyaannya, namun mencari latar mengapa orang bertanya.
pasti ada sesuatu dengan agama
benarkah agama kita sekarang ini terlampau formalistis-legalistik?
penuh dengan aturan admisnistrasi dan hukum?
penuh dengan doktrin (ajaran) namun kurang perbuatan baik?
sesak dengan dimensi ajaran keselamatan yang akan datang lupa para dimensi selamat hari ini?
membangun gedung fisik yang mewah-menterang, lupa pada pembangunan spiritual?
kaum elit agama berkawan dengan elit birokrat sehingga tidak ada lagi sikap kritis dan kekuatan kenabian?
sehingga perubahan total di segala bidang tak bisa diharapkan dari dimensi kebijakan yang populis
mimbar agama dijadikan medan kampanye politis sehingga penjahatpun bisa jadi pemimpini?
..................
masih banyak pertanyaan yang datang silih berganti...

namun satu hal yang sementara ini saya temukan,
Yesus pernah bilang, mendengar Dia bicara itu penting, tetapi lebih penting lagi sesudah itu melakukannya...
iman kita perlu bahasa baru, bukan lagi bahasa ajaran (yang kadang angkuh)
melainkan bahasa perbuatan yang mengalahkan semua kedurjanaan
sehingga dunia ini didamaikan oleh aksi-aksi kasih yang nyata,
ditenangkan oleh kasih murni tanpa perhitungan untung-rugi
bukan menjadi pasar slogan yang hiruk pikuk dengan kebohongan...

saya yakin itulah yang membahasakan kehadiran Tuhan di tengah kita.
Komentar

Berita Terkait

Ke Mana Gereja Keuskupan Ruteng?
Awas Bulan Maria!
Siapa Menciptakan Tuhan?
Renungan atas Yes 55:10-11-Rm 8:18-23-Mat:13:1-23
KOTBAH YANG MENGALIR DARI KEDALAMAN BATIN & Urgensitas Meditasi Dalam Kehidupan Imam
YESUS KRISTUS Perspektif Konsili Vatikan II-Sebuah Diskusi
Kain Songke dan Bahasa: Penanda Inkulturasi di Manggarai
Menggagas Teologi Pertanian di Manggarai-Sebuah Pendekatan Biblis

Berita Terkait

Minggu, 10 Juli 2022 - 14:48 WITA

Ke Mana Gereja Keuskupan Ruteng?

Sabtu, 1 Mei 2021 - 12:32 WITA

Awas Bulan Maria!

Minggu, 18 April 2021 - 18:24 WITA

Siapa Menciptakan Tuhan?

Minggu, 27 September 2020 - 03:54 WITA

Renungan atas Yes 55:10-11-Rm 8:18-23-Mat:13:1-23

Minggu, 27 September 2020 - 03:29 WITA

KOTBAH YANG MENGALIR DARI KEDALAMAN BATIN & Urgensitas Meditasi Dalam Kehidupan Imam

Sabtu, 4 Juli 2020 - 03:52 WITA

YESUS KRISTUS Perspektif Konsili Vatikan II-Sebuah Diskusi

Jumat, 29 Mei 2020 - 17:40 WITA

Kain Songke dan Bahasa: Penanda Inkulturasi di Manggarai

Senin, 25 Mei 2020 - 19:16 WITA

Menggagas Teologi Pertanian di Manggarai-Sebuah Pendekatan Biblis

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA