Tokoh Koperasi Itu Telah Pergi

- Penulis

Sabtu, 9 April 2022 - 13:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

In Memoriam Prof. Dr. Thoby Mutis

Kanisiusdeki.com – Saat sedang minum kopi pagi ini, saya mendapat kabar dari istri: Prof. Dr. Thoby Mutis, biasa disapa Bapa Thoby, telah berpulang. Kabar ini tentu tidak mengagetkan. Sejak beberapa waktu lalu saya mendapat kabar kalau beliau sedang sakit. Pada saat saya sedang menulis buku biografi Bapa Romanus Woga, tokoh koperasi nasional,[1] saya ingin menghubungi Bapa Thoby untuk memberikan catatan testimonial barang 1-2 halaman untuk buku itu. Permintaan itu memang wajar. Mereka berdua adalah sesama rekan alumni Syuradikara-Ende sekaligus bergerak di lini juang yang sama: Koperasi.

Sejujurnya harus dikatakan, saya tidak bersua muka secara langsung dengan Bapa Thoby. Saya mengenal beliau dari publikasi-publikasinya tentang Koperasi dan penulusuran sejarah Koperasi di Manggarai, NTT dan Indonesia. Temuan-temuan itu cukup mengejutkan. Selain konsistensi perjuangannya untuk mengembangkan ide koperasi sebagai soko guru perekonomian kerakyatan di Indonesia, beliau juga turun lapangan untuk mengembangkan lembaga primer dan sekunder Koperasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artikel ini saya tulis untuk mengenang beliau. Sebuah penghormatan akan karya seorang tokoh nasional yang berjuang untuk kemaslahatan banyak orang, khususnya rakyat kecil, melalui wadah Koperasi.

Bapa Thoby lahir di Ruteng, 2 November 1947. Masa kecilnya dilaluinya di Ruteng. Ia memiliki kebiasaan berdiskusi dengan banyak orang, termasuk kalangan atas, sebab rumahnya berdekatan dengan Istana Raja Manggarai. Saban hari ia bersahabat baik dengan para misionaris SVD yang melayani berbagai kebutuhan umat, termasuk pendidikan, ekonomi dan kesehatan di Manggarai.

Kecintaannya terhadap bidang ekonomi mulai terasa setelah ayah F.X. Arnoldus Pius Mutis dan rekan-rekannya, membangun Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) di Ruteng, Manggarai pada tahun 1958.[2] Minat itu kian diperbesar tatkala ia menyelesaikan pendidikan di Kota Pancasila, Ende, Kampus Syuradikara. Pada tahun 1976 kemudian ia melangkahkan kaki menuju Jakarta, belajar di Universitas Trisakti (Usakti).

Usai menyelesaikan program stratum satu (S1), ia kemudian mengajar di Perbanas selama 9 tahun (1976-1985). Dalam periode itu ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoralnya di Development Institute SAIDI Filipina dengan focus: Organization Development. Beliau menulis disertasi dengan judul: “Organization Competency and Effectiveness of the Jakarta Credit Union”. Disertasi ini memiliki tema Credit Union (Koperasi Kredit).

Kecintaannya terhadap Koperasi Kredit dibuktikan dengan karya-karyanya bersama tim Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) Indonesia dalam kontribusi-kotribusi ilmiah untuk lembaga yang dimulai tahun 1970 ini. Ia tidak saja berkawan dengan P. Albrecht Karim, SJ, salah satu perintis Koperasi Kredit Indonesia dan Drs. Robby Tulus, tetapi juga turun lapangan ke lembaga-lembaga primer Koperasi Kredit.

Kedigdayaannya dalam pengembangan perekonomian di Indonesia membawa dirinya pada pengukuhan sebagai Guru Besar pada 26 Oktober 1995. Pada waktu itu ia membawakan pidato pengukuhan di bawah judul: “Pendekatan Ekonomi Pengetahuan dalam Manajemen Kodeterminasi”.

Bapa Thoby tidak hanya mempertanggungjawabkan ilmunya di lapangan. Ia menjadi pioneer untuk inovasi bagi Universitas Trisakti sejak ia mengabdi di almamaternya tahun 1985. Ia merintis pembukaan Program Pascasarjana Universitas Trisakti. Ia mengampuh beberapa mata kuliah di program itu. Ketika masalah narkoba kian merebak dan mengancam bangsa ini, Bapa Thoby merintis Program Penanggulangan Masalah narkoba tahun 1998. Pengakuan internal makin banyak diterimanya sehingga ada banyak jabatan dipercayakan Universitas kepadanya. Bapa Thoby menjadi Ketua Pusat Kajian Ekonomi Kelautan dan Pengembangan Ekonomi Wilayah Pantai hingga yang teranyar adalah menjadi Rektor Universitas Trisaksi.

Komentar

Berita Terkait

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia
Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende
Yohanes Sason Helan, GM Kopdit Swasti Sari:Hati yang Selalu Mengabdi
Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal
Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!
Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum
Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah
P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Berita Terkait

Selasa, 12 September 2023 - 07:48 WITA

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2023 - 19:33 WITA

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Senin, 24 Juli 2023 - 21:48 WITA

Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:54 WITA

Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!

Kamis, 2 Februari 2023 - 17:36 WITA

Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum

Minggu, 31 Juli 2022 - 20:43 WITA

Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah

Selasa, 5 Juli 2022 - 13:24 WITA

P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Sabtu, 9 April 2022 - 13:34 WITA

Tokoh Koperasi Itu Telah Pergi

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA