Tinjauan Buku: Terus Menggemakan Nurani Memantulkan Kesejahteraan 25 Tahun KSP Kopdit Hanura

- Penulis

Kamis, 12 November 2020 - 11:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Judul:

Terus Menggemakan Nurani Memantulkan Kesejahteraan 25 Tahun KSP Kopdit Hanura.

Penulis:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanisius Teobaldus Deki

Penerbit:

Lembaga Nusa Bunga Mandiri, 2020.

Jumlah Halaman:

xxv+200

Jenis Cetakan:

Soft copy.

Syukur dan pujian bagi Tuhan atas segala berkat dan cintaNya sehingga buku ini dapat diselesaikan tepat waktu. Ada dua tujuan besar yang menjadi landasan bagi penulisan buku ini.

Pertama, aspek sejarah. Buku ini merupakan narasi sebuah perjuangan untuk kemanusiaan melalui jalur ekonomi, khususnya bidang keuangan. Sebagai sebuah narasi historis, buku ini bertutur tentang perjalanan niat baik sebagai efek positif dari pembacaan atas masalah-masalah yang dialami oleh masyarakat.

Baca Juga Homo Viator Itu Bernama Agustinus Ch. Dula: Sebuah Prolog

Kedua, melewati tapal batas kisahan sejarah, buku ini tidak saja bertutur tentang pengalaman dan cerita sejarah melainkan juga refleksi atasnya yang bermuara pada pembangunan motivasi. Melalui bab-bab yang terbentang di dalamnya, buku ini menampilkan pelajaran-pelajaran berharga serentak memantik rasa ingin tahu yang mendalam bagi yang membacanya. Pada giliran berikutnya, pembaca dipengaruhi sehingga ia termotivasi untuk berada di alur pergerakan yang sama. Koperasi Kredit bertumbuh dan berkembang karena pendidikan yang terus menerus dilakukan.

Baca Juga Orang-orang Berjiwa Kerdil di Pilkada Manggarai 2020

Buku ini berjudul: Terus Menggemakan Nurani Memantulkan Kesejahteraan-25 Tahun KSP Kopdit Hanura. Buku ini memiliki kata kunci “hati nurani”. Apa yang telah dilakukan oleh Hanura sebagai sebuah Koperasi Kredit (Kopdit) adalah sebuah usaha untuk mewujudkan suara hati rakyat yang terbelenggu oleh situasi miskin. Situasi ini menyebabkan masyarakat berusaha mencari jalan keluar terbaik agar mereka dapat dibebaskan. Pembebasan itu terlihat secara nyata melalui Kopdit yang mnerima orang-orang yang tidak memiliki akses ke lembaga keuangan lain sebagai anggotanya.

Niat untuk terus melayani masyarakat dinyatakan terus dalam membangun perekonomian mereka. Niat itu laksana sebuah gerakan cahaya yang menerangi usaha dan suara yang bergema memotivasi anggota untuk terus bekerja giat sehingga menghasilkan pendapatan yang cukup bagi dirinya. Keseringan melakukan ini akan memantulkan kesejahteraan. Sebuah tujuan akhir dari kehadiran lembaga ini di tengah masyarakat.

Baca Juga Cendekia dalam Perhelatan Politik: Menjadi Nabi atau Pengecut?

Pada saat kita berusaha membebaskan masyarakat dari tindasan kemiskinan, kita dihadapkan apa yang dinamakan ”Revolusi Industri 4.0”. Istilah ini muncul pertama kali dalam karya Klaus Shwab (2016) The Fourth Industrial Revolution. Revolusi Industri 4.0 secara fundamental mengakibatkan berubahnya cara manusia berpikir, hidup, dan berhubungan satu dengan yang lain.

Era ini akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang teknologi saja, namun juga bidang yang lain seperti ekonomi, sosial, dan politik. Di sektor ekonomi telah terlihat bagaimana sektor jasa transportasi dari kehadiran taksi dan ojek on-line.

Baca Juga Disfungsi Lembaga Adat Dalam Sistem Penguasaan dan Pengelolaan Tanah di Manggarai

Pertanyaan yang muncul adalah “Apakah ini sebuah tantangan ataukah peluang?” Tentunya jawaban kita ada pada dua lini itu. KSP Kopdit Hanura terus bertumbuh dan berkembang dalam kebersamaan. Inovasi tak berkesudahan merupakan hal yang terus menerus dilakukan untuk terus berkembang selaras zaman.

Buku ini, secara meyakinkan, mempresentasikan kepada kita niat yang datang dari hati nurani untuk membangun pemerdekaan ekonomi pada akhirnya menciptakan peradaban yang didamba.

Dalam merayakan Pesta Perak 25 Tahun Kopdit Hanura, ada tiga point penting yang kiranya menjadi titik refleksi.

Pertama, membangun manajemen yang professional. Kopdit Hanura bertumbuh makin besar dengan jumlah anggota 2.305 orang. Lembaga ini bahkan sudah menjadi Kopdit Primer Tingkat Provinsi, melangkahkan kaki keluar dari kabupaten Manggarai Timur, melayani anggota di kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Ngadha dan Sumba Barat Daya.

Baca Juga Negarawan Itu Bernama Xanana Gusmão

Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun lembaga ini berbasis manajemen yang professional. Dalam literature ekonomi, manajemen professional ditandai oleh elemen-elemen berikut: budaya organisasi yang disiplin, system nilai dan norma yang setia pada prinsip koperasi, perilaku yang berkarakter, input organisasi yang jelas, proses perencanaan yang realistis dengan capaian yang logis, pengendalian yang stabil dan output yang jelas. Saat ini, kuat sekali konsep tentang organisasi yang bersih, transparan dan akuntabel (clean and good governance).

Badan Pengurus, Badan Pengawas dan Manajemen bekerja sama untuk membangun organisasi yang kuat, efektif dan efisien. Manajemen professional membantu semua pihak untuk menjalankan roda organisasi dengan target capain yang dapat dikuantifikasi dalam angka-angka riil.

Kedua, berkiblat pada kesejahteraan anggota. Data Kopdit Hanura memperlihatkan sebanyak 1.569 orang anggota memiliki pekerjaan sebagai petani, buruh bangunan, ibu rumah tangga dan nelayan. Mereka kerap kali masuk dalam kategori kelompok ekonomi rentan.

Sedapat mungkin lembaga ini bekerja keras untuk mensejahterakan masyarakat yang menjadi anggotanya. Selain suku bunga yang rendah, prosedur pinjaman yang mudah, pendidikan yang meningkatkan mutu anggota terus digalakkan, khususnya pendidikan usaha supaya target-target ekonomi mereka juga tercapai.

Ketiga, spin off. Saat ini lembaga Koperasi sudah memasuki fase baru dalam pertumbuhannya. Ia tidak lagi mengalami kesulitan finansial. Malah yang terjadi adalah surplus finansial. Data Kopdit Hanura memperlihatkan ketiadaan pinjaman pihak ketiga. Kecemasan yang muncul adalah idle money. Kita kelimpahan uang namun tidak terserap dalam bentuk pinjaman pada anggota. Hal ini berbahaya karena lembaga akan terus membayar bunga simpan uang anggota.

Salah satu jalan keluarnya adalah melakukan spin off, yakni suatu usaha untuk membangun usaha baru oleh Kopdit untuk memperbanyak keuntungan bagi lembaga dan anggota. Kami tak henti-hentinya mendorong Kopdit Hanura untuk membangun usaha di sector ril, bukan saja sector jasa keuangan.

Kami senantiasa siap membantu sehingga lembaga ini ke depannya makin menolong banyak orang. Inilah bentuk inovasi baru (new innovation) dalam perkoperasian sehingga lembaga Kopdit bertambah besar, maju dan kuat sementara anggotanya mencapai kesejahteraan hidup.

Dirgahayu, semoga Tuhan memberkati Kopdit Hanura!

Komentar

Berita Terkait

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan
Terus Menjadi Cahaya yang Berpendar
MENJADI ABDI Menghalau Gelap Budi Menyingsing Fajar Pengetahuan (Penerbit Ledalero 2008)

Berita Terkait

Sabtu, 11 November 2023 - 11:10 WITA

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 12:31 WITA

Terus Menjadi Cahaya yang Berpendar

Kamis, 12 November 2020 - 11:42 WITA

Tinjauan Buku: Terus Menggemakan Nurani Memantulkan Kesejahteraan 25 Tahun KSP Kopdit Hanura

Jumat, 22 April 2011 - 02:46 WITA

MENJADI ABDI Menghalau Gelap Budi Menyingsing Fajar Pengetahuan (Penerbit Ledalero 2008)

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA