Ruteng, Kota Natal

- Penulis

Jumat, 3 Desember 2021 - 11:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kandang Natal (Dokpri)

Kandang Natal (Dokpri)

Kanisiusdeki.com – Ruteng, kota di lereng pegunungan Mandosawu sangatlah memikat hati. Dari udara terlihat panorama yang sangat indah. Gunung gemunung yang mengitari sisi Selatan kota berdiri kokoh nan agung. Persawahan di sisi Utara dan bukit doa, Golo Curu, menampakkan keindahan. Persis bersemuka dengan Lapangan Udara Frans Sales Lega di kawasan Satar Tacik. Demikian sisi Timur dan Baratnya memukau hati. Di Timur persawahan membentang dari Langgo hingga Timung. Di Baratnya persawahan Redong, Ka, Mena, Woang dan La’o ikut memberi landmark Ruteng sebagai kota diantara pegunungan dan persawahan.

Di malam hari keindahan ini menjadi purna saat cahaya lampu berpendar. Awan gemawan memayungi kota memperkuat kesan eksotisnya. Tata perkotaan yang terencana dengan baik semenjak Belanda datang menolong[1] wilayah ini menjadi sebuah area perkotaan  metropolis. Pusat kota terdiri dari tiga komponen kekuasaan: pemerintahan, ekonomi dan agama. Kantor Bupati berada di tengah berhadapan dengan pusat perbelanjaan dan pasar lalu selajur dengannya berdiri Gereja Katedral Lama dan Masjid. Jalur jalan sudah dipikirkan semenjak Controleur Belanda, Willem Colhaas bekerja di tempat ini. Klinik kesehatan dibangun oleh dr. Max Ave Lallemant.[2] Perlahan-lahan, kota yang dibangun 1 Agustus 1909[3] ini mendandani dirinya menjadi sebuah tempat yang menciptakan rindu.

Keindahan kota ini menyihir banyak tamu untuk selalu datang kembali (repeat visiting). Di tengah derasnya arus pariwisata menjadi sebuah pilihan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi, keindahan panorama Ruteng menjadi sebuah optio (pilihan) utama dan tentu bukan alternative apalagi subordinasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komentar

Berita Terkait

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang
Keng, Doa Penyerahan Orang Manggarai

Berita Terkait

Senin, 25 September 2023 - 11:49 WITA

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Jumat, 3 Desember 2021 - 11:20 WITA

Ruteng, Kota Natal

Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:23 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:54 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:52 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:34 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:03 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Selasa, 20 Juli 2021 - 11:46 WITA

Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA