Romanus Woga: Dian yang Terus Menyala (2)

- Penulis

Minggu, 20 Oktober 2019 - 16:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tekun Bekerja-Giat Berorganisasi

Romanus adalah seorang pekerja keras sekaligus cerdas. Dia sungguh memahami bahwa bekerja merupakan sebuah proses yang bukan saja berkiblat pada pencapaian hasil (result oriented) tetapi juga untuk merealisasikan diri. Karena itu bekerja dengan seluruh diri dan penuh kecintaan membuat Romanus menjadi sebuah pribadi yang memiliki karakter. Profesionalisme yang dimilikinya dalam bekerja merupakan buah-buah bernas dari etos yang dimilikinya. Akhirnya dapat dipastikan, Romanus mendapat berbagai kepercayaan para pihak baik local, nasional hingga internasional.


Karir Romanus dimulai di  IPP/Yayasan Pembangunan (YASPEM) Maumere. Yaspem merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang didirikan oleh P. Heinrich Bollen SVD. Kelahiran Yaspem tidak terlepas dari gema wacana tentang Concept Flores-Welvaarts Plan yang disusun oleh P. A. van de Ende SVD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Pada Januari 1969 dia menjadi Sekertaris Koperasi Kredit Lepo Woga Watublapi. Ketekunannya terlihat dalam tugas sebagai sekretaris. Dia sangat teliti mempersiapkan dokumen rapat, dokumen lembaga dan mencatat kronik dengan sangat baik. Setiap kali ketua membutuhkan data, dengan mudah diberikan oleh Romanus.


Tahun 1970hingga 1988, Romanus dipercayakan menjadi Petugas Lapangan/Motivator Koperasi Kredit. Hal ini menjadi eksplisitasi dari kursus Credit Union yang diterimnya di Bogor. Kepercayaan barus terus bertambah sehingga dari lapangan Romanus dipindahkan sebagai Sekretaris dalam Kepengurusan Yaspem tahun  1988 hingga  1998. Sebuah jabatan kepercayaan yang sangat strategis untuk melakukan pemberdayaan masyarakat saat itu.  selama 10 tahun Romanus membuktikan kapasitas, kapabilitas dan kualitasnya sehingga sejak tahun  1998 hingga sekarang          menduduki posisi Ketua Pengurus Yaspem.


Dian bagi Koperasi Kredit
Apa yang sekarang disebut Koperasi Kredit di Indonesia adalah sebuah lembaga yang lahir di Eropa, besutan Raiffeisen tahun 1849. Raiffeisen memandang begitu banyak orang miskin yang harusnya dapat hidup layak. Dia menolong mereka dengan membagikan makanan dan memberi derma. Lama kelamaan Raiffeisen merasa bahwa cara yang dia lakukan keliru. Makin banyak jumlah orang miskin namun kemampuan dia memberi makin kecil. Lahirlah konsepnya bahwa orang miskin itu harus diberdayakan. Mereka harus diberi kail bukan ikan. Merekalah yang harus memancing sendiri untuk mendapat ikan. Menyiapkan wadah Credit Union bagi Raiffeisen adalah hal yang paling mungkin. Jadilah demikian. Banyak orang dapat menolong dirinya sendiri dan sesamanya.


Kisah Raiffeisen di Eropa menjalar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia melalui P. Albrecth Karim SJ. Spirit dasarnya tetap sesama. Penegasannya jelas: orang miskin dapat menolong dirinya sendiri. Termasuk berlembaga. Yang dibtuhkan adalah mereka harus saling percaya.


“Orang masuk Koperasi Kredit karena saling percaya. Kata latin “credere” artinya percaya “unus” artinya satu. Credit Union itu orang yang saling percaya lalu berkumpul untuk melakukan sesuatu”, jelas Romanus pada suatu saat. Romanus adalah salah satu penggerak pertama Kopdit di NTT. Dia menginisiasi lahirnya BK3D NTT-T (Badan Koodrinasi Koperasi Kredit Daerah Nusa Tenggara Timur Bagian Timur). Pada tahun 1976 dia merintis Pembentukan BK3D NTT-T dan tahun 1976 – 1982 dipercayakan menjadi Ketua BK3D NTT-T. Selanjutnya tahun 1982 – 1990 dia menjadi Bendahara BK3D NTT-T dan tahun 1990 –  2005 menjadi Direktur Exsekutif BK3D NTT-T.


Kiprah yang dilakukannya di level provinsi NTT sebenarnya datang dari pengalamannya di kabupaten Sikka. Dia menyadari bahwa ada begitu banyak lembaga Kopdit yang sudah terbentuk dan ada kecemasan bahwa mereka akan berjuang sendiri mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya. Itulah sebabnya, pada tahun 1996 dia mulai merintis pembentukkan PUSKOPDIT (Pusat Koperasi Kredit) Swadaya Utama Maumere.


Sebagai inisiator, Romanus dipercayakan anggota-anggota Kopdit Primer untuk menjadi Direktur Pelaksana Puskopdit pada tahun 1996-2005. Lalu pada tahun 2005 – 2016 terpilih menjadi Ketua Puskopdit. Dan dari tahun 2016 hingga sekarang menjadi Pengurus Harian.

Dari NTT untuk Indonesia dan Dunia

Romanus terus berkibar. Setelah NTT mengenal karya dan pelayanannya, kini Indonesia membutuhkan sosok pelayan setia dengan kapasitas yang luar biasa bagi kemandirian Koperasi Kredit Indonesia. Pada BK3 I (Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indoensia)di tahun 1985 – 1989 Romanus terpilih menjadi Pengurus Pleno BK3I Jakarta.


Ketika BK3I bermetamorfosis menjadi     INKOPDIT (Induk Koperasi Kredit Indonesia), nama Romanus tidak asing bagi Kopdit seluruh Indoensia. Itulah sebabnya dalam pemilihan pengurus pada Mei 2010 Romanus terpilih dengan suara bulat untuk menjadi Ketua Inkopdit periode 2010 hingga 2013. Selama tiga tahun masa kepemimpinannya, banyak hal positif dirasakan dan dialami oleh Kopdit di seluruh Indonesia yang berada di bawah panji Inkopdit. Pemilihan periode kedua sudah dipastikan kemenangan kembali didulang oleh Romanus sehingga dia kembali dipercayakan menjadi Ketua Inkopdit pada Mei 2013  sampai Mei 2016.


Romanus menjadi Ketua Inkopdit persis pada saat lembaga keuangan mikro ini sedang mengalami pelbagai perubahan. Ada tiga hal besar yang dihadapinya. Pertama nian, perubahan teknologi dan informasi. Lembaga-lembaga keuangan modern sudah menggunakan teknologi mutakhir IT untuk system admisnitrasi dan akuntansi keuangan. Ada peralihan dari pencatatan manual ke komputerasisasi berbasis software. Lahirlah di masa ini Sikodpit MD lalu berpindah menjadi Program Sikopdit CS. Nanti sesudahnya dikembangkan Sikopdit CS Online. Melalui software ini, para Pengurus Kopdit dengan mudah membukukan segala bentuk transaksinya. Kopdit diminta untuk selalu berinovasi (yang kemudian menjadi pilar ke-4). Dia menyesuaikan diri sekaligus tetap dalam keunikan visi dan misinya. Sehingga, pada satu titik dia mengikuti perkembangan zaman, namun sisi lain dia tidak kehilangan jati dirinya.


Kedua, pendidikan. Bagian terpenting dalam Kopdit yang tidak boleh dilalaikan adalah Pendidikan. “Kopdit lahir karena pendidikan, bertumbuh dan berkembang karena pendidikan dan bertahan karena pendidikan”, jelasnya dalam sebuah RAT Nasional. Di masa periode kepemimpinannya hal ini menjadi focus utama. Pendidikan manajerial, pendidikan akuntansi, pendidikan organisasi, pendidikan usaha merupakan usaha tiada henti untuk menjadikan Kopdit sebagai pilihan utama masyarakat.


Ketiga, solidaritas. Tetap diingat baik bahwa Credit Union dari kata latin adalah orang yang bersatu dan saling percaya. Aspek solidaritas adalah bukti bahwa ada persatuan. Yang kuat menopang yang lemah, yang lemah terus berdaya supaya jadi kuat. Sisi solidaritas sekaligus mempertegas pilar swadaya. Romanus, dalam kepelbagaian anggota Kopdit dari Sabang sampai Merauke, adalah salah satu figur yang terus menerus mengkampanyekan persatuan.


Fakta perpecahan sering tak terbantahkan. Itulah sebabnya pada tahun 2017 ketika RAT Nasional di Makasar, didengungkan untuk pertama kalinya pilar kelima: Persatuan Dalam kebhinekaan. Isi pidato-pidatonya sering membicarakan tema persatuan dan persaudaraan. “Kita ini adalah utusan dari pelbagai tempat. Dalam kebersamaan kita selalu menemukan perbedaan. Perbedaan itu hendaknya jangan dilihat sebagai alasan untuk berpisah melainkan kekayaan kita untuk tetap bersama sebagai satu kesatuan”, jelasnya. Kendati demikian, itu tidak mudah. Romanus mengakui perlu kerendahan hati. Hanya orang yang rendah hati yang dapat bekerja bersama orang lain.

Sepak terjang perjuangan Romanus mengantarnya ke pentas dunia yang lebih luas. Pada level    ACCU ( Asian Confederation of Credit Union) dia terpilih sebagai Vice President Of  ACCU di Bangkok, Thailand  untuk periode 2012 – 2016. Pemilihan ini sudah dapat diduga dari segenap kemampuan dan kapasitas yang dimilikinya. Pengakuan negara melalui Dekopin juga menjadi hal yang positif. Romanus duduk sebagai  Ketua Komite Simpan Pinjam dan Jasa Keuangan DEKOPIN untuk periode 2015-2020,    Penasehat DEKOPIN Propinsi NTT,2016-2021 dan sejak terbentuknya Forum Puskopdit NTT di Ende, Romanus dipercayakan menjadi Ketua Forum Puskopdit NTT dari tahun 2016 sampai sekarang.
BERSAMBUNG

Komentar

Berita Terkait

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia
Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende
Yohanes Sason Helan, GM Kopdit Swasti Sari:Hati yang Selalu Mengabdi
Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal
Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!
Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum
Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah
P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Berita Terkait

Selasa, 12 September 2023 - 07:48 WITA

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2023 - 19:33 WITA

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Senin, 24 Juli 2023 - 21:48 WITA

Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:54 WITA

Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!

Kamis, 2 Februari 2023 - 17:36 WITA

Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum

Minggu, 31 Juli 2022 - 20:43 WITA

Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah

Selasa, 5 Juli 2022 - 13:24 WITA

P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Sabtu, 9 April 2022 - 13:34 WITA

Tokoh Koperasi Itu Telah Pergi

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA