Permainan Caci Orang Manggarai

- Penulis

Rabu, 26 September 2018 - 21:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apa itu permainan caci? Pertanyaan ini tentu ingin mendapatkan sebuah defenisi yang memadai sekaligus lengkap. Dalam temuan di lapangan para informan memberikan jawaban yang memiliki kemiripan dengan beberapa aspek yang ditonjolkan.

Pertama nian, hampir semua informan sepakat bahwa permainan caci dapat dijelaskan melalui etimologi kata caci. Caci diasalkan pada dua kata yakni kata “ca” dan “ci”. Kata “ca” berarti satu dan “ci” berarti uji atau adu (MTe 1). Selain itu, ada yang berpendapat bahwa caci dari kata “ca gici ca” yang berarti satu lawan satu (Mte 25). Jadi dari etimologi ini, dapatlah dikatakan bahwa permainan caci merupakan sebuah pertarungan satu lawan satu. Pengertian ini kemudian berkembang misalnya dengan pemahaman dari sebagian informan yang melihat caci sebagai seni tarung yang merupakan ekspresi keberanian dalam perang di zaman lampau.

Kedua, terdapat pelbagai defenisi yang mempunyai kemiripan satu wilayah dengan wilayah lainnya di seluruh Manggarai. Berikut kami menampilkan beberapa pendapat:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Anselmus Anta (53th), Tua Teno Barang-Cibal, permainan caci adalah suatu tarian adat yang sudah diwariskan oleh nenek moyang/leluhur orang Manggarai yang memiliki ciri khas/keunikan dari tari lain, namun juga memiliki nilai, makna dan kesan yang sangat mendalam yang kemudian menjadi tradisi di Manggarai pada umumnya (MTe 32).

Menurut Siprianus Hadir (46 tahun) Tua Golo Welu-Cibal, permainan caci itu adalah suatu permainan adat yang menunjukan ciri khas pribadi dari suatu wilayah, baik dalam penampilan fisik, penampilan kostum (pakaian), maupun rang (kehormatan) yang sudah diwariskan oleh pendahulu/nenek moyang pada daerah tersebut dalam satu wilayah Tanah Manggarai (MTe 33).

Menurut Muhamad Nabung (78th), Tu’a Mukang (sekaligus pemain caci, sanda, danding, penabuh gong dan gendang), dari Kampung Nggirang, desa Golo Ndoal, Kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat, Caci merupakan salah satu budaya khas masyarakat Nunca Lale (Manggarai). Kata “caci” mengandung makna pemempatan pelbagai seni yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Permainan caci itu sendiri melakonkan beberapa gerakan seni seperti menari, memukul, menangkis dan menyanyi serta memakai peralatan dan pengekspresian pakaian adat Manggarai (MB 4).

Komentar

Berita Terkait

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba
Ruteng, Kota Natal
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 September 2023 - 11:49 WITA

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Jumat, 3 Desember 2021 - 11:20 WITA

Ruteng, Kota Natal

Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:23 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:54 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:52 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:34 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:03 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Selasa, 20 Juli 2021 - 11:46 WITA

Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA