Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

- Penulis

Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Gendang Tenda (DokPri)

Rumah Gendang Tenda (DokPri)

5. KESIMPULAN

Dari tuturan di atas, cendekia yang memiliki tiga tanggung jawab utama: membangun pengajaran yang bermutu berbasis teori-teori yang valid dan metodologi yang sahih, melaksanakan penelitian yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat dan melakukan pengabdian masyarakat yang berkiblat pada pendaratan teori-teori yang abstrak adalah satu keniscayaan. Sejalan dengan itu, melawan apa yang disebut sebagai “imperialisme budaya” yang berusaha sekuat tenaga menciptakan homogenitas melalui globalisasi,[9] para cendekia tetap menampilkan kekhasan masyarakat bukan hanya pembeda tetapi mengambil air kebijaksanaan hidup dari padanya. Ikutan dari analisis itu bermuara pada beberapa catatan berikut ini:

Pertama, para cendekia adalah pelopor untuk berpikir. Daripadanya diminta konsep-konsep untuk membangun masyarakat. Ia adalah seorang filsuf yang merumuskan pikiran untuk memberi jawaban terhadap persoalan dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, cendekia adalah seorang peneliti dalam arti yang sesungguhnya. Ia membaca fenomen yang ada di tengah masyarakat, menangkapkan, menganalisisnya dan membangun kerangka untuk disodorkan sebagai pilihan sikap kepada masyarakat. Jika ia berbicara dia dipercayai. Jika ia merumuskan sesuatu, rumusan itu mengena. Karena itu daripadanya dituntut sikap objektif, mengdepankan prinsip-prinsip keilmiahan dalam bertindak.

Ketiga, cendekia adalah seorang motivator. Ia memberikan motivasi yang menggerakkan masyarakat ke arah tindakan yang positif. Oleh karena motivasinya, Dia berupaya agar konflik-konflik bisa diredam, dicari jalan keluarnya. Dia merupakan simbol kekuatan dalam merekatkan kembali relasi-relasi yang telah buntu.

Keempat, cendekia adalah seorang implementator. Dari kemampuan analisisnya, dia menjadi seorang people leader, pemimpin masyarakat. Dia tidak hanya pandai berteori tetapi juga mampu membuat idea-ideanya kongkrit. Ini yang dibutuhkan oleh masyarakat kita. Sebuah alur silogisme yang terhubung antara satu elemen dengan elemen yang lainnya: teori (theoeria) menuju tindakan (praxeis).***

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen dan Buku

Antony Bagul Dagur, Kebudayaan Manggarai sebagai Salah Satu Khazanah Kebudayaan

            Nasional. Surabaya: Ubhara Press, 2002.

Antonio Gramsci, The Prison Notebooks: Selection, trans. Quintin Hoare and Geoffrey

            Nowell-Smith. New York: International Publishers, 1971.

Dami N. Toda, Manggarai Mencari Pencerahan Historiagrafi. Ende: Nusa Indah, 1999.

Daniel Dhakidae, Cendekiawan dan Kekuasaan Dalam Negara Orde Baru . Jakarta:

            Gramedia, 2003.

———, Menulis Politik: Indonesia sebagai Utopia. Jakarta: Buku Kompas, 2001.

Dokumen Pemerintah Kabupaten Manggarai, Penanganan Masalah Tanah di Kabupaten

Manggarai Tahun 1989-1999. Bagian Tata Pemerintahan Setwilda TK II Manggarai.

Dokumen Pemerintah Kabupaten Manggarai, Langkah Penanganan Yang Dilakukan

            Pemerintah Manggarai Dalam Menangani Masalah-masalah Konflik Pertanahan

Dokumen SK Kepanitiaan, Tenda, 2012.

Dokumen Laporan dan Evaluasi Kegiatan Panitia, Tenda, 2015.

Dokumen Rekening Bank Panitia Pembangunan Rumah Gendang Tenda, 2012.

Doroteus Hemo, Sejarah Daerah Manggarai. Ruteng, 1987.

Dr. Hubert Muda et. Al. Interelasi Antara Sistem Kekerabatan dan Masalah Kepemilikan

            Tanah di Manggarai– Laporan Hasil Penelitian Pemerintah Kabupaten Manggarai dan Lembaga Studi Van Bekkum dan Verheijen. Ruteng: 1992.

Eric Hiariej, Globalisasi, Kapitalisme dan Perlawanan. Yogyakarta: Institute of International Studies-UGM, 2012.

Frederick Tompal, Kecerdasan Manajerial-Kiat Meraih Sukses Bisnis. Yogyakarta: Fajar

Ilmu, 2009.

Ignas Kleden, Sikap Ilmiah dan Kritik Kebudayaan. Jakarta: LP3ES, 1987.

———, “Pendidikan Tinggi di Indonesia: Logika, Politik dan Kebudayaan” dalam: Masyarakat dan Negara. Jakarta: Indonesiatera, 2001.

Jillis Verheijen, Wujud Tertinggi Orang Manggarai. Jakarta:LIPI, 1992.

Jim Merod, The Political Responsibility of the Critic. Cornel University Press:

Itacha and London, 1989.

Michael Foucault, Power/Knowledge: Select Interviews and Other Writings 1972-1977,

            edited by Colin Gordon. New York: Pantheon, 1980.

Kanisius T. Deki, Tradisi Lisan Orang Manggarai. Jakarta: Parrhesia Institute, 2011.

Kanisius Teobaldus Deki, Adrianus Jebarus dan Alfonsus Sam, Revitalisasi Lembaga Adat di Manggarai-Laporan Hasil Penelitian Lapangan. Ruteng: STKIP St. Paulus, 2015.

Robert Mirsel et.al. (eds.), Gugat! Darah Petani Kopi (Maumere: Ledalero, 2004).

Edward W Said, Representations of the Intellectual (New York: Vintage Books, 1994), hal. 5.

Internet:

 “cendekia” dalam: http://www.artikata.com/arti-323499-cendekia.html.

Diakses 12 Oktober 2015.

Akun resmi Panitia Pelaksana Pembangunan: www.facebook.gendangtenda.com.


[1] Frederick Tompal, Kecerdasan Manajerial-Kiat Meraih Sukses Bisnis (Yogyakarta: Fajar Ilmu, 2009), hal. 17-19.

[2] Dokumen SK Kepanitiaan, Tenda, 2012.

[3] Dokumen Laporan dan Evaluasi Kegiatan Panitia, Tenda, 2015.

[4] Bdk. Rekening Bank Panitia Pembangunan Rumah Gendang Tenda.

[5] Antara lain: Yayasan St. Paulus, Yayasan Efata, Yayasan Persekolahan Widya Bakti.

[6] Antara Lain: Kantor Dinas PPO, BKD, Perkebunan, Kehutanan, Pariwisata, Capil dan Kependudukan, Bappeda, PU, dll.

[7] Antara lain: SMP Negeri 1 Langke Rembong, SMA Negeri 1 Langke Rembong, SDI Tenda.

[8] Akun resmi Panitia Pelaksana Pembangunan: www.facebook.gendangtenda.com.

[9] Eric Hiariej, Globalisasi, Kapitalisme dan Perlawanan (Yogyakarta: Institute of International Studies-UGM, 2012), hal. 170-175.

Komentar

Berita Terkait

Ruteng, Kota Natal
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang
Keng, Doa Penyerahan Orang Manggarai
Tombo Adak Orang Manggarai

Berita Terkait

Jumat, 3 Desember 2021 - 11:20 WITA

Ruteng, Kota Natal

Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:23 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:54 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:52 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:34 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:03 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Selasa, 20 Juli 2021 - 11:46 WITA

Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:11 WITA

Keng, Doa Penyerahan Orang Manggarai

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA