Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

- Penulis

Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Gendang Tenda (DokPri)

Rumah Gendang Tenda (DokPri)

4.5.2 Kerja Sama

Kerja sama menjadi kenyataan tak terbantahkan dalam usaha membangun rumah adat ini. Kerja sama ini dapat digambarkan dalam tiga level. Level pertama adalah adanya kerja sama yang intens antara tetua sebagai fungsionaris adat (Tu’a Golo, Tu’a Teno, para Tu’a Panga). Kerja sama ini tampak dalam berjalannya instruksi-instruksi untuk kerja besar bersama. Level kedua, sangat kentara kerja sama masyarakat dengan tetua adat, masyarakat dengan panitia pelaksana. Level ketiga, kerja sama tim pembangunan dengan tetua adat, dengan masyarakat, institusi swasta dan dengan pemerintah.

Ketiga level ini saling mendukung satu sama lain. Ada sebuah alur kerja yang sistematis, terukur dan terlihat secara kasat mata. Pertama, di awal pembangunan, ada masyarakat yang datang menyumbangkan material berupa pasir dan batu. Selang beberapa waktu ada yang menyumbang besi beton dan semen. Selain material, terkumpul uang yang cukup banyak untuk memulai pembangunan. Hingga tahap selesai (berupa pembangunan rangka beton), terkumpul uang sebanyak Rp. 123.396.000 dan sejumlah material yang jika diuangkan sebesar Rp. 50.000.000. Total uang yang dikumpulkan adalah Rp. 173.396.000.[3]

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, ketika diinformasikan untuk mengadakan pertemuan, tetua adat, warga masyarakat dan anggota panitia antusias. Mereka terlibat dalam pertemuan secara aktif. Ada usul saran, ada juga kritikan yang konstruktif.

Ketiga, dalam kerja-kerja besar yang membutuhkan keterlibatan banyak orang (massa), semua elemen antusias. Sejak pembongkaran rumah adat lama, penggalian tanah fundasi, pengecoran fundasi dan tiang-tiang beton, pengambilan kayu di hutan, pelaksanaan acara roko molas poco, semuanya terlibat dengan penuh kegembiraan. Ada sebuah sikap tanggap yang luar biasa sehingga pada saat itulah tampak dengan nyata bahwa peristiwa pembangunan rumah adat ini sungguh mempersatukan semua warga.

4.5.3 Saling Percaya dan Mendukung

Nilai utama yang dimenangkan dalam seluruh proses ini adalah adanya saling percaya dan saling dukung pada masyarakat adat Tenda terhadap tiga elemen yang disebutkan pada point terdahulu. Pertama, pada level tetua adat, mereka dipercayai lagi oleh masyarakat untuk menduduki fungsinya dalam artian sepenuh-penuhnya. Mereka memegang kendali dalam seluruh ritual yang terkait dengan pembangunan rumah adat ini. Mereka jugalah yang memberikan mandat kepada Ketua Pelaksana dalam wujud Surat Keputusan (SK). Dengan jalan ini, Ketua Pelaksana memiliki otoritas dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dalam pengerahan massa, mereka memiliki peran sentral untuk kerja-kerja yang membutuhkan banyak orang.

Kedua, tetua adat dan masyarakat memercayai Panitia Pelaksana. Dalam menjalankan tugasnya, Panitia Pelaksana mendistribusikan tugas-tugas kepada semua seksi/komisi. Untuk bidang keuangan dibagi ke dalam dua bentuk yakni bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran dengan orang yang berbeda. Demikian halnya dengan rekening bank ditandatangani oleh satu wakil dari Penasihat dan satu wakil dari Pelaksana dengan nama: Panitia Pembangunan Rumah Gendang Tenda.[4] Demikian halnya, Panitia Pelaksana memercayai tetua adat yang diutus untuk menemui yayasan[5], instansi pemerintah[6] atau lembaga[7] yang menjadi tujuan dalam kaitan dengan sumbangan wajib pembangunan bagi yang mendiami tanah ulayat kampung Tenda.

Masyarakat secara luar biasa menunjukkan kesetiaan kepada Panitia Pelaksana Pembangunan dengan menyumbangkan sejumlah uang dan tenaga dalam kerja bersama. Tak dapat dibayangkan jika masyarakat tidak mau secara sukrela menyumbang tenaga. Puluhan kubik kayu tak bisa diangkat oleh uang. Harus ada manusia yang mau bekerja untuk itu. Ada penghematan yang luar biasa setelah warga masyarakat mau bekerja bersama-sama.

Demikian halnya masyarakat di luar Manggarai. Mereka tidak terlibat secara fisik di kampung Tenda. Kerinduan mereka akan kampung halaman terbayar oleh kehadiran sokongan finansial yang mereka berikan sebesar Rp. 50.000.000. Informasi tentang pelaksanaan pembangunan dan segala bentuk dinamikanya dapat dilihat di media sosial.[8] Beberapa orang yang telah menyumbang menginformasikan besaran nominal sumbangannya. Tujuannya, ada spirit untuk saling mendukung, khususnya kerja kepanitiaan. Selain itu, prinsip transparancy dan acountable dalam manajemen merupakan pilihan dasariah untuk membangun kepercayaan publik.

Ketiga, lembaga pemerintah memercayai Panitia Pelaksana Pembangunan. Terhitung tiga kali kami sebagai Panitia Pelaksana mengirim proposal kepada Pemerintah Daerah Manggarai. Proposal itu segera ditanggapi. Proposal pertama berkaitan dengan permintaan bantuan beras untuk kerja massal. Dinas Sosial mengirimkan 500kg beras dan menutupi biaya konsumsi beras untuk kegiatan pembongkaran dan pekerjaan penggalian tanah dan pengecoran fundasi. Proposal kedua, untuk pembangunan tahap awal khususnya biaya tenaga kerja (tukang bangunan) sebesar Rp. 10.000.000. dan proposal ketiga untuk rehabilitasi tata ruang sekitar rumah adat sebesar Rp. 15.000.000. jawaban atas proposal yang dajukan oleh Panitia Pelaksana bagi kami adalah bukti bahwa pihak pemilik uang memercayai kami sebagai instasi yang dapat dipercayai memiliki tanggung jawab terhadap publik dan ikut ambil bagian dalam pembangunan daerah.

Komentar

Berita Terkait

Ruteng, Kota Natal
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang
Keng, Doa Penyerahan Orang Manggarai
Tombo Adak Orang Manggarai

Berita Terkait

Jumat, 3 Desember 2021 - 11:20 WITA

Ruteng, Kota Natal

Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:23 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:54 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:52 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:34 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:03 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Selasa, 20 Juli 2021 - 11:46 WITA

Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:11 WITA

Keng, Doa Penyerahan Orang Manggarai

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA