Kajian Budaya

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Kanisius Teobaldus Deki

Sebuah Tuturan Dari Pengalaman MendampingiMasyarakat Adat Gendang Tenda

Bagian 5

All men are intellectuals, one could therefore say:

but not all men have in society the function of intellectuals

Gramsci-The Prison Notebooks

4.5 Evaluasi dan Refleksi Peran Cendekia

4.5.1 Manajemen Pelaksanaan

Untuk mengukur kinerja, dipakai melalui tolok ukur pakar manajemen asal Prancis,Henry Fayol, seorang industrialis asal Perancis. Menurut Fayol, prinsip-prinsip dalam manajemen sebaiknya bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Prinsip – prinsip umum manajemen menurut Henry Fayol terdiri dari 14 point:[1]

  1. Pembagian Kerja (Division of Work): Pembagian kerja dalam kepanitiaan kami disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Kami menggunakan prinsip the right man in the right place. Pembagian kerja ini berciri rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike. Sejak semula kami yakin, dengan adanya prinsip orang yang tepat ditempat yang tepat (the right man in the right place) akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja pembangunan ini. Kami sadar, pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. Kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan pembangunan rumah adat ini.kami betul berlaku sebagai seorang pimpinan yang berpengalaman sehingga menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya.[2]
  1. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility): Setiap pihak yang kami bagikan dalam komisi atau seksi dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan pekerjaan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab seimbang. Prinsipnya sebagai berikut: setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya. Tanggung jawab terbesar terletak pada Ketua Pelaksana. Setiap anggota seksi bertanggungjawab kepada Ketua Seksi lalu Ketua Seksi bertanggungjawab kepada Ketua Pelaksana. Dengan jalan itu, tugas dibagi rata atau dibagi habis.
  1. Disiplin (Discipline). Disiplin adalah salah satu modal kami. Sikap disiplin bisa dilihat sebagai perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab komisi atau seksi. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaan sesuai dengan wewenang yang ada padanya. Sejauh pengalaman, keikutsertaan dalam rapat bersama pun kerja bersama merupakan
  2. Kesatuan perintah (Unity of command). Dalam melakasanakan pekerjaan ini, semua pihak memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Anggota seksi/komisi sejak semula tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesuai dengan wewenang yang diperolehnya. Bahkan ketika pihak lain (entah itu pembina atau penasehat) memberikan perintah, mereka merujuk pada panduan kerja bahwa mereka hanya bertanggungjawab kepada Ketua Seksi/Komisi. Ketua Seksi/Komisi bertanggungjawab kepada ketua pelaksana. Ada one way order sehingga garis komandonya menjadi jelas.
  1. Kesatuan pengarahan (Unity of direction). Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, Komisi/Seksi diarahkan menuju sasarannya. Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Oleh karena itu, perlu alur yang jelas dari mana para pekerja mendapat wewenang untuk melaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan kesatuan pengarahan (unity of direction) tidak dapat terlepas dari pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah yang sudah kami buat.
  2. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri. Setiap pribadi, Seksi/Komisi harus mengabaikan kepentingan sendiri demi kepentingan tim work. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan pembangunan rumah adat ini berjalan dengan lancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik. Kami sungguh menyadari bahwa ini sangat sulit. Itulah sebabnya ketika kami menunjuk tukang bangunan yang akan bekerja sedari awal diingatkan bahwa ia akan memperoleh bayaran atas kerjanya, namun bayaran itu sewajarnya saja sebab ini merupakan pekerjaan untuk umum.
  3. Penggajian pekerja. Gaji atau upah bagi pekerja merupakan kompensasi yang menentukan terwujudnya kelancaran dalam bekerja. Pekerja yang diliputi perasaan cemas dan kekurangan akan sulit berkonsentrasi terhadap tugas dan kewajibannya sehingga dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan dalam bekerja. Oleh karena itu, dalam prinsip penggajian kami pikirkan bagaimana agar para pekerja dapat bekerja dengan tenang. Sistem penggajian Patokan yang menjadi prinsip adalah more pay for more prestige (upah lebih untuk prestasi lebih), dan prinsip upah sama untuk prestasi yang sama perlu diterapkan sebab apabila ada perbedaan akan menimbulkan kelesuan dalam bekerja dan mungkin akan menimbulkan tindakan tidak disiplin.
  1. Pemusatan (Centralization). Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang memegang wewenang tertinggi dalam hal ini Ketua Pelaksana. Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiuran wewenang dan tanggung jawab. Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang (delegation of authority).
  2. Hirarki (tingkatan). Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada Ketua Pelaksana puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap pekerja akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.
  3. Ketertiban (Order). Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama kami dalam tugas pembangunan ini karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh pekerja, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi. Oleh karena itu, ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan.
  4. Keadilan dan kejujuran. Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat yang kami pancang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keadilan dan kejujuran terkait dengan moral pekerja dan tidak dapat dipisahkan. Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar. Pemimpin yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada kepemimpinan level bawah.
  5. Stabilitas kondisi pekerja. Dalam setiap kegiatan kestabilan pekerja kami jaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan pekerja terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan. Kami sungguh menyadari bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan goncangan dalam bekerja.
  1. Prakarsa (Inisiative). Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari pekerjaan harus dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa seksi/komisi merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah kerja. Oleh karena itu, kami menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan komisi/seksi.
  2. Semangat kesatuan dan semangat korps. Setiap seksi/komisi memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik. Semangat kesatuan lahir apabila setiap pekerja, seksi/komisi mempunyai kesadaran bahwa setiap pekerja, seksi/komisi berarti bagi pekerja, seksi/komisi lain dan pekerja, seksi/komisi lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. Kami memiliki kepemimpinan yang mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), karena kami sungguh sadar bahwa pemimpin yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp (perpecahan dalam korp) dan membawa bencana.
1 2 3Laman berikutnya

Kanisius Deki

Staf Pengajar STIE Karya, Peneliti Lembaga Nusa Bunga Mandiri

Artikel Terkait

55 Komentar

  1. Artikel di atas menyatakan bawa kita setiap manusia harus bekerja sama dan berbuat jujur

  2. Membangun gerakan bersama rumah adat setiap orang memberikan tanggung jawab masing masing dalam membuat ruamah adat dan mampu membawa kesemangatan dalam masyarakat membuat rumah adat
    Dari masyarakat kepentingan diri sendiri akan dibelakang dan mengutamakan kepentingan bersama untuk mewarna kududayan manggarai

  3. Dari penjelasan di atas kami bisa membangkitkan rasa semangat untuk membawa generasi adat istiadat kedepannya, dari artikel di atas juga kami bisa bekerja sama untuk membantu sesama.

  4. Disini kita ditekankan untuk bertangguang jawab dalam melaksanakan tugas-tugas dan disini kita di ajak untuk selalu kerja sama dalam menyelesaiakn tugas yang harus dilakukan secara bersama.
    Ayo kita sebagai generasi penerus harus bisa bertanggung jawab,memiliki komitmen,bekerja sama,kerja keras dan terus belajar.
    Ayo kita sebagai generasi penerus Manggarai harus bisa…salam semangat,Manggarai Maju Manggarai Bisa❤💪💪💪

  5. Dari artikel di atas kita harus memahami bahwa dari setiap masalah harus dipertanggung jawabkan dan juga harus bersikap disiplin dan jujur dalam memperkokoh kesatuan antar sesama manusia.
    Dan harus memiliki kemampuan yang lebih agar bisa memecahkan suatu permasalahan serta memiliki semangat yang tinggi.

  6. kita harus memahami bahwa dari setiap masalah harus dipertanggung jawabkan dan juga harus bersikap disiplin dan jujur dalam memperkokoh kesatuan antar sesama manusia.
    Dan harus memiliki kemampuan yang lebih agar bisa memecahkan suatu permasalahan serta memiliki semangat yang tinggi.

  7. Menurut pemahaman saya
    Kita harus bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan adat istiadat dan harus bisa bertanggung jawab atas segala hal yg kita lakukan,baik dalam berbicara maupun perbuatan

  8. Diartikel yang terakhir ini di tekankan pada perilaku masyarakat, yang diterangkan pada masyarakat bahawa kita sebagai manusia harus saling menghormati sesama, dan bekerja sama dalam melakukan kegiatan tradisi, kita sebagai manusia patut bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan petunjuk hidup yang baik dalam cara apapun dlm kehidupan ini,,,

  9. Artikel diatas menujukan kepada kita bahwa hal yang paling penting dalam kehidupan orang manggarai yang paling menonjol adalah gotong royong dimana masyarakat manggarai selalu bertanggung jawab atas perkerjaanya sendiri,dalam membangun rumah adat atau pun hal-hal yang lain.

  10. Relasi yang baik mencerminkan perilaku yang harmonis terhadap sesama. Relasi ini sangat mensejahterakan masyarakat dalam membangun kebudayaan dan sebuah rumah adat yang baru. Gotong royong, saling menghormati dan bersikap jujur adalah kunci dari persatuan masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita bersikap seperti masyrakat dikelurahan Tenda yang menjadi panutan baik, bagi masyarakat luar.

  11. Pada dasarnya, punya semangat dalam melakukan kegiatan yang bersifat membangun sistem masyarakat berjiwa suka rela,jujur, dan lain sebagainya yang bernilai sopan, untuk mencapai tujuan bersama yang baik.

  12. Artikel diatas Telah mengajarkan kita untuk selalu melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan acara adat manggarai.
    Kita mesti berpartisipasi dalam menjalankan acara adat dengan inisiatif masyarakat hubungan antara orang-perorangan akan semakin akrab.

  13. Dari artikel ini kita tau bahwa pentingnya bekerja sama dalam menyelesaikan sebuah tugas
    Dan dengan begitu kita dengan mulah menyesaikanya

  14. Artikel diatas menjelaskan untuk selalu bekerja sama dalam membangun kebersamaan dengan cara bergotong royong dalam pembangunan rumah adat dan atau dalam kegiatan apapun yang bekaitan dengan adat atau tradisi masyarakat manggarai.

  15. Artikel ini merupakan dorongan bagi manusia untuk mencerminkan keharmonisan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Relasi ini sangat mendorong masyarakat untuk membangun rumah adat baru dengan gotong royong. Dari itu saling menghormati satu sama lain dalam hidup berkemasyarakatan.

  16. Dalam hal melakukan sebuah pekerjaan itu harus dilaksankna dengan baik dan jujur serta dapat dipertanggungjawabkan atas pekerjaan masing- masing, agar kita jga dapat dipercaya oleh orang lain.

  17. Disimpulkan bahwa Sebuah rencana dibutuhkan pengorbanan yang semaksimal mungkin,sperti pembagian tugas berdasarkan kemampuannya atau penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula merupakan strategi yang baik.ahir dari saya,mengucapkan trimakasih kepada bapak dosen dan masyarakat tenda umumnya,berkatmu kami mengetahui segala sesuatu terkait adat istiadat Manggarai.

  18. Dari artikel diatas dapat dilihat bahwa tanggung jawab memang bukan hal mudah,tetapi jika kita bertanggung jawab dengan yang akan kita kerjakan,lakukakan semua hal akan jadi mudah karena didalam diri kita sudah ada rasa tanggung jawab.

  19. Dari artikel di atas dapat kita ketahui bahwa dalam melakukan sesuatu harus dikerjakan secarah bersama dan harus memiliki sikap yg toleransi

  20. Dari artikel diatas mengajarkan kita pentingnya kerja sama dalam membagun sesuatu agar berjalan dengan lancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik

  21. Artikel ini merupakan dorongan bagi masyarakat untuk mencerminkan keharmonisan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dari artikel di atas juga kita harus memahami bahwa dari setiap masalah harus dipertanggung jawabkan dan juga harus bersikap disiplin dan jujur dalam memperkokoh kesatuan antar sesama manusia.
    Dan harus memiliki kemampuan yang lebih agar bisa memecahkan suatu permasalahan serta memiliki semangat yang tinggi.

  22. Dari artikel diatas menurut pandangan saya disiri bongkoknya, dikelilingi oleh “wisi lose dan tange” karena sebagai lambang kesejahteraan dalam sebuah acara “penti”.dalam suatu adat masyarakat orang manggarai harus memiliki nilai keindahan, maka dari siribongkok yang saya lihat , kelihatannya begitu rapi, keren dan sangat indah sekali

  23. Dari artikel yang terakhir kita dituntut untuk bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan kewenangan,dimana ketika kita ditunjuk untuk mengambil bagian dalam sebuah kegiatan.Hal yang paling utama dilakukan adalah dengan cara bergotong royong atau mufakat bersama.Dalam hal ini kita sudah bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban kita dalam sebuah kebudayaan..Sekian dari semua artikel yang sudah dipaparkan,saya mengucapkan terima kasih,karena dalam hal ini,Kami walaupun tidak sepenuhnya mengetahui tata cara dalam adat istiadat Manggarai tetapi dengan dibuatnya tugas ini kami akan mengerti dengan adat dan istiadat Manggarai.Sekian dan trimakasih.

  24. pada artikel ini melihat bahwa untuk menujukan nilai yang sangat terindah dalam sebuah adat istiadat kebudayaan ,dan memiliki kreatif yang begitu indah

    Dalam “wisi loce” istilah hal ini dalam upacara yang dilakukan agar semua roh yang diudang dapat menujukan sejenak ,sebelum puncak acara penti, dan libur kilo ,upacara mensyukuri kesejahtraan keluarga dari masing masing adat

  25. Dari artikel ke-5 menunjukan bahwa, dalam sebuah adat istiadat kebudayaan manggarai memiliki istilah dan memiliki kreatif yang indah. Dalam manggarai disebut dengan istilah “wisi Loce” guna untuk menyambut Masyarakat setempat yang di undang untuk menghadiri acara yang ada dalam rumah adat.

  26. Kerja sama yang baik pasti menghasilkan yang baik, tentunya kerja sama yang baik dalam tujuannya. Dalam budaya manggarai hierarki atau tingkatkan jabatan diperlukan dalam melancarkan tujuan bersama yaitu menata budaya manggarai menjadi baik. Maka dari itu masing-masing mereka mendapatkan peran dan fungsinya. Terimakasih

  27. Dari artikel yg kelima ini mengandung makna yg sangat harus kita kembangkan dalam kehidupan selanjutnya,yaitu pentingnya kerja sama dalam sebuah hubungan kerja,,berbuat baik dan jujur.

  28. Menurut saya dari artikel yang kelima adalah salah satu sistem yang memiliki hubungan yang saling berkaitan baik dari sisi kedudukan maupun fungsinya sama,walaupun ada sedikit perbedaan dalam suatu tatapan kehidupan masyarakat manggarai.dan menyelesaikan berbagai masalah kehidupan berkaitan dengan adat dan mengacuh pada adat istiadat dalam hukuman yang berlaku.

  29. Setelah saya membaca artikel di atas bahwa jika kita di beri tugas dalam pembangunan rumah adat tersebut,kita harus mampu mempertanggungjawabkan pekerjaan tersebut sampai selesai dan juga harus bersikap disiplin dan jujur dalam melakukan suatu pekerjaan agar munculah persatuan antara masyarakat.

  30. Dari artikel diatas menjelaskan setiap pekerjaan
    Harus dapat memberikan pertanggung jawaban
    Yang sesuai dengan wewenang.

  31. Dari artikel yang terakhir,kita sebagai generasi muda dituntut untuk menjadi pemuda yang disiplin, jujur dan bertanggung jawab dalam melakukan segala hal dan disini kita diajak untuk selalu bekerja sama dalam menyelesaikan tugas tugas yang harus dilakukan secara bersama,kita sebagai generasi muda pasti bisa.

  32. Dalam artikel ke5 ini, mengajak kita untuk melakukan hal yang jujur,bertanggung jawab dalam segala hal .

  33. Dari artikel diatas kita di ajarakan untuk jujur dan disiplin.kita diajarkan juga untuk bertanggung jawab dalam sebuah pekerjaan.

  34. Dari artike diatas menjelaskan bawah kita sebagai masyarakat harus selalu bekerja sama, jujur serta adil dalam melakukan setiap pekerjan yang telah diberikan kepada kita

  35. Dari artikel diatas menyatakan bahwa kita sebagai generasi penerus harus bersikap jujur dan berkerja keras untuk mencapai suatu tujuan.

  36. Dari artikel diatas menyimpulkan bahawa pentingnya bekerja sama dalam menyelesaikan tugas dan persoalan dan pentingnya melestarikan budaya atau adat supaya adat kita tidak luntur

  37. Dari artikel diatas, saya menanggapi bahwa: menjelaskan setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggung jawaban yang sesuai wewenang.

  38. Untuk menigkatkan kinerja kita harus menerapkan prinsip- prinsip manajemen sebagaimana yang diterapkan oleh Henry Fayol seperti kita harus bisa menyesuaikan kemampuan dan keahlian kita dalam bekerja sehingga pelaksanaan kerja bisa berjalan dengan efektif. Dan kita juga harus bertanggung jawab, disiplin serta mengutamakan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi.

  39. Ini sangat bermanfaat bagi kaum milenial, karena disini kita diajarkan bagaimana hidup dalam suatu organisasi supaya tetap kokoh, utuh, dan terstruktur sesuai dengan peraturan dan juga norma. Terimakasih

  40. Artikel diatas menjelaskan bahwa kita harus berbuat baik dan jujur agar dalam kegiatan-kegiatan berjalan dengan lancar dan tetap kokoh

  41. Dalam kutipan Artikel diatas menjelaskan bahwa kita harus mempunyai jiwa berbuat baik terhadap sesama dalam melestarikan budaya kita sendiri agar budaya dan adat tidak luntur.

  42. Cendikiawan merupakah tokoh yang sangat penting dalam mendalami serta membaca fenoma permasalahan yang ada ditengah masyarakat kemudian menganalisi kembali untuk diberikan jalan keluar. Selain itu cendikiawan merupakan tokoh yang dipercaya memberikan motivasi untuk menggerakan masyarakat kearah yang positif

  43. Cendekiawan yang adalah generasi penerus yang akan mewarisi adat dan kebudayaan masyarakat Manggarai. Kebanyakan generasi sekarang sering memiliki pemikiran yang lebih modern, tetapi kita jangan lupa bahwa kita lahir dari adat. Itu sebabnya yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita adalah mendalami peran dalam bermasyarakat tanpa menghilangkan ciri khas adat dan kebudayaan.

  44. Artikel diatas menyatakan bawah kita setiap manusia harus berkerja sama dan beruat baik dan jujur..setiap orang memberikan tanggung jawab masing-masing dalam membuat rumah adat dan mampu membawah kesemangatan dalam membuat rumah adat.

  45. Dari artikel diatas mengajarkan kita bagaimana cara bekerja sama dengan baik dan jujur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button