Kajian Budaya

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Kanisius Teobaldus Deki

Sebuah Tuturan Dari Pengalaman Mendampingi Masyarakat Adat Gendang Tenda

Bagian 2

All men are intellectuals, one could therefore say:

but not all men have in society the function of intellectuals

(Gramsci-The Prison Notebooks)

IV. MERUMUSKAN PERAN

Siapakah kaum cendekia? Bagaimana para cendekia merumuskan perannya? Berbasis apa dia ingin menegaskan peran itu? Edward W Said pernah bertanya, “Are intellectuals a very large or an extremely small and highly selective group of people?[1] Pertanyaan ini memicu pelbagai jawaban. Jika ditilik, dalan bahasa Indonesia, secara etimologis, kata “cendekia” (cen·de·kia) berarti: 1 tajam pikiran; lekas mengerti (kalau diberi tahu sesuatu); cerdas; pandai; 2 cepat mengerti situasi dan pandai mencari jalan keluar (pandai menggunakan kesempatan); cerdik; 3 terpelajar; cerdik pandai; cerdik cendekia: kaum cerdik.[2]

Antonio Gramsci, seorang marxis dari Italia, aktivis, jurnalis dan seorang pemikir filsafat politik, dimasukkan ke penjara oleh Musolini antara tahun 1926-1937 menulis dalam Prison Notebooks begini: “All men are intellectuals, one could therefore say: but not all men have in society the function of intellectuals”.[3]

Daniel Dhakidae, seorang pemikir kenamaan dari Indonesia pernah juga mengajukan pertanyaan yang senada: Siapakah cendekiawan dan kaum cendekiawan? Menurut Daniel, boleh jadi masyarakat cendekiawan hanya ada dalam bayangan, dalam bangunan bayang-bayang menjadi imagined intellectual communities, suatu komunitas dalam bangunan bayang-bayang citra.[4] Mengikuti arus pemikiran Jim Merod[5], seorang cendekia bukan saja seorang professional, menulis, memberi kuliah, menerbitkan hasil kajiannya, tetapi lebih dari itu, dia harus bisa berpikir lintas batas (passing over) dengan kepemilikan wacana budaya kritis.[6] Atau merujuk pada Michael Foucault yang mengatakan: “the so-called universal intellectual has had his or her place taken by the “spesific” intellectual, someone who works inside a disciline but who is able to use his expertise anyway”.[7]

Searah dengan penjelasan di atas, dalam artian yang kurang lebih sama, para dosen merupakan kaum cendekia oleh karena tridharma perguruan tinggi yang mereka miliki: melakukan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen, disebutkan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dari sisi praktik untuk mengejawantah tuntutan UU ini, tugas utama dosen tersebut adalah melaksanakan tridharma perguruan tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) SKS dan paling banyak 16 (enam belas) SKS pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademik.

1 2Laman berikutnya

Kanisius Deki

Staf Pengajar STIE Karya, Peneliti Lembaga Nusa Bunga Mandiri

Artikel Terkait

56 Komentar

  1. Kita sebagai generasi penerus harus melestarikan adat istiadat yang ada di Manggarai dan harus mencerminkan dalam kehidupan sehari-hari.Melihat artikel diatas yang menyatakan bahwa permasalahan juga harus diselesaikan berdasarkan adat istiadat yang merupakan turun temurun dari nenek moyang yang sejak dahulu menyelesaikan persoalan dengan adat istiadat ,hal itu perlu dilestarikan karena untuk menyelesaikan sebuah masalah kita harus melakukan musyawarah dengan tokoh adat dan kedua bela pihak yang berkonflik untuk mendamaikan dan menyatuhkannya kembali.

  2. Artikel diatas menunjukkan bahwa kita sebagai kaum pemuda atau generasi penerus, harus melakukan hal yang positif dan menyelesaikan konflik dengan baik, sebagaimana yang dirumuskan dalam kajian fungsi adat yg bernilai tinggi… karena adat adalah salah satu solusinya untuk menyelesaikan persoalan, karena dalm ajaran adat bnyak nilai yang positif dan solusi persoalan masalah,,,,,

  3. Melihat artikel menurut UU No.20 Tahun 2003.(pasal 20 ayat 2), Alinea ke dua.hal ini supaya, Para cendikia tidak boleh memberikan arahan-arahan yang negatif kepada masyarakat. Suapaya masyarakat tetap damai dan tidak saling berkecil hati

  4. Cendikiawan adalah orang yang memakai kecerdasannya untuk memainkan pekerjaan, berupaya bisa, membayangkan, mengagas, atau menyoal dan menjawab persoalan tentang bermacam gagasan.Kita sebagai generasi penerus harus bisa belajar dan berusaha untuk menjadi seorang cendikiawan.

  5. Artikel di atas menyatakan bahwa kita harus mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.kita sebagai generasi penerus harus mengembangkan adat istiadat Manggarai

  6. Sebagai kita kaum mudah kita harus mengikuti alur dari atas secara turun temurun dari nenek moyang kita

  7. Kita sebagai generasi penerus harus memiliki semangat dan tingkat pengetahuan yang lebih agar kita mampu berkomunikasi dalam menyelesaikan suatu masalah adat dalam lingkungan masyarakat

  8. Dari artikel diatas, kita sebagai generasi penerus harus mempunyai jiwa yang semangat dalam menjalankan sebuah realita di masyrakat yang sesuai dengan tatanan budaya Manggarai. Seperti pada Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional, kita harus mengabdi kepada masyarakat, melestarikan budaya yang ada sejak lama dan menerapkannya pada masyrakat itu sendiri. Kita juga harus bisa menjadi contoh tokoh masyarakat yang mempunyai jiwa kebudayaan dan adat.

  9. Artikel diatas menunjukan kepada kita agar kita tetap menjunjung tinggi adat istiadat kita adat manggarai karena adat manggarai memiliki nilai moral tinggi dan adat merupakan turun temurun dari nenek moyang kita , kita diajak untuk selalu menjaga dan mengembangkan adat kita.

  10. Sebagai orang Manggarai kita mesti menjalankan Hal-Hal yang patut kita puji dan ini menjadi hal utama orang Manggarai dan menjalankan upacara Adat seperti : Acara Ritus teing hang, ini adalah salah satu upacara adat yang sering dilakukan orang Manggarai dan acara ini memang sangat penting dan bermakna Bagi Masyarakat Manggarai.

  11. Cendekia atau intelektual ialah orang yang menggunakan kecerdasannya untuk bekerja, belajar, membayangkan, mengagas, atau menyoal dan menjawab persoalan tentang berbagai gagasan. mereka yang mempunyai keahlian dalam budaya dan seni yang memberikan mereka kewibawaan kebudayaan, dan yang kemudian mempergunakan kewibawaan itu untuk mendiskusikan perkara-perkara lain di khalayak ramai. Golongan ini dipanggil sebagai “intelektual budaya”.

  12. Sebagai bentuk dalam mewujudkan tugas atau tanggung jawab sebagai calon penyalur ilmu dan yang sudah jadi penyalur ilmu pengetahuan di dalam lingkungan kehidupan masyarakat,maka kita itu punya semangat kepahlawanan yang artinya siap untuk menjalankan semua tugas,tanpa harus menyerah karena melihat keadaan.Hal ini kita belajar dari apa yang Yesus lakukan terhadap manusia,dia menerima semua masyarakat manusia dengan apa adanya,dia tidak menolak manusia yang banyak melakukan hal-hal yang menyimpang dari apa yang dia inginkan.Hidup kita selalu belajar dari pengalaman hidup Yesus.

  13. Peran cendikia dalam lembaga adat tentunya membantu kita untuk mengambil sebuah keputusan
    Cendikia bukan hanya mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah dia juga penuntun dan penanggung jawab atas pelestarian budaya adat

  14. Lembaga adat manggarai menjadi hal yg perlu di lakukan dalam upaya mengenai berbagai persoalan terutama konflik sosial yang terjadi.Lembaga adat dalam sejarah sebelum terbentuknya lembaga pemerintah moderen telah menjalankan pwrannya sebagai pengadil terhadap berbagai persoalan hidup terutama konflik yang terjadi dalam masyarakat.

  15. Dari artikel menurut UU No.20 Tahun 2003.(pasal 20 ayat 2), Alinea ke dua.hal ini supaya, Para cendikia tidak boleh memberikan arahan-arahan yang negatif kepada masyarakat.Dan para cendikia seharusnya memberikan arahan kpd masyarakat agar masyarakat bisa belajar bagai mana cara menyelesaikan persoalan-persoalan yg mereka lakukan dengan baik.

  16. Dari artikel menurut UU No.20 Tahun 2003.(pasal 20 ayat 2), Alinea ke dua.hal ini supaya, Para cendikia tidak boleh memberikan arahan-arahan yang negatif kepada masyarakat.Dan para cendikia seharusnya memberikan arahan yg baik kpd masyarakat.

  17. Dari artikel diatas Kita sebagai manusia dituntut untuk melestarikan adat istiadat karena adat mencerminkan kahidupan kita sehari-hari. Adat merupakan warisan nenek moyang yang diturunkan secara turun temurun dan dijalankan oleh kita manusia.

  18. Dari artikel diatas menjelaskan tentang siapa kita dalam masyarakat.
    Sebagai generasi yang dibekali oleh ilmu pengetahuan yang berdasarkan penelitian harus mampu menjawab tantangan ini yaitu hadir dalam masyarakat untuk membawa perubahan dan mampu beradaptasi dengan masyarakat setempat.patut bersyukur kepada para dosen maupun tenaga pengajar lainnya yang telah membekali kita dengan berbagai pengetahuan yang berdasarkan penelitian…..trimakasih

  19. Artikel diatass mau menunjukan bahwa siapa cendikiawan,apa saja tugasnya
    Kita bisa menarik kesimpulan
    Siapa saja bisa menjadi cendikiawan asalkan iaa bisa memberikan ilmu ,arahan,saran yang bisa membawa kita menuju kesuksesan
    Dan juga selalu mengarah pada hal-hal positif

  20. Dari artikel diatas dapat dilihat bahwa kita adalah generasi penerus yang harus banyak dibekali oleh ilmu ilmu, baik dari segi ilmu apapun terlepas dari itu untuk mendapatkan ilmu ilmu itu kita punya hak untuk belajar segala hal yang bersifat postif. Dan Puji Tuhan disaat sekarang banyak para dosen yang sudah membantu kita dalam proses tahap belajar

  21. Dari artikel di atas dapat kita simpulkan bahwa kita ta sebagai generasi penerus harus terus belajar untuk memperluas pengetahuan kita dan terus berpikir positif guna untuk ilmu yg kita dapatkan

  22. Setelah kita membaca artikel diatas kita bisa menyimpulkan bahawa kita juga sebagai kaum pelajar juga bisa mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan dan seni melalui pendidikan dan penelitian.

  23. Dari Artikel diatas kita sebagai kaum muda harus bisa memiliki tajam pikiran. Cepat mengerti, supaya pandai atau cerdas dalam menyelesaikan sesuatu dan cerdik dalam melakukan sesuatu.

  24. Dari artikel yang dipaparkan diatas mengajak kita seluruh masyarakat Manggarai untuk selalu dan harus mempunyai jiwa yang kokoh dalam menjalankan serta bertanggung jawab atas budaya yang sudah ada sejak dahulu kala,kita dituntun untuk mengikuti jejak para nenek moyang supaya kita bisa mengetahui cara-cara serta urutan -urutan dalam menjalankan adat dan kebiasaan.Dan supaya kita sebagai generasi penerus budaya Manggarai tidak lupa dengan ajaran nenek moyang kita mengenai istiadat budaya Menghargai.

  25. Dalam artikel di atas menjelaskan kepada kita peran dari cendekia .Dimana peran dari cendekia sangatlah penting karena ilmu yang mereka miliki dengan hati yang penuh ikhlas mereka membagikan ilmu tersebut kepada kita kaum muda dan seluruh masyarakat di lingkungan tersebut, sehingga mereka mampu membangun budaya lembaga adat.kita sebagai kaum mudah harus mampu sama seperti cendekia tersebut,dimana kita harus belajar dengan giat.

  26. Dari artikel Diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa,kita sebagai generasi penerus bangsa patut menjaga dan menghormati adat dan kebiasaan budaya kita.serta bertanggung jawab atas budaya kita yang sudah ada sejak dahulu kala. Menjaga dan melestarikan budaya kita dengan baik. Kita sebagai pelajar tentunya mengembangkan dan menyebarluaskan malalui pendidikan dan penelitian.

  27. Dari artikel diatas menjelaskan seorang cendekiawan ialah pemikir yang senantiasa berpikir dan mengembangkan (serta) menyumbangkan gagasannya untuk kesejahteraan masyarakat.

  28. Dari artikel ini saya dapat memahami bahwa para cendikiawan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan ini.karena mereka dapat mendidik dan menyebarluaskan pengetahuan melalui pendidikan. Dari sini, orang muda yang di didik oleh para cendikiawan/dosen kiranya akan jadi bibit unggul dalam kehidupan bermasyarakat nantinya. Maka dari itu diharapkan para cendikiawan memberikan hal yang positif dan memiliki kualitas. Terimakasih

  29. Dari artikel di atas
    Kita sebagai generasi muda harus memiliki semangat dan tingkat pengetahuan yang lebih agar kita mampu melestarikan kebudayaan di Manggarai dengan melakukan hal-hal yang positif supaya kita sebagi generasi penerus bisa menjadi contoh Yang baik ditengah-tengah masyarakat.

  30. Menurut saya,
    Dari artikel diatas sebagaimana kita sebagai generasi penerus harus mengikuti jejak para cendekia supaya kita tahu cara cara atau aturan-aturan dalam adat supaya kita sebagai generasi penerus tidak lupa dengan ajaran nenek moyang kita dan kita sebagai pelajar kita harus belajar dengan giat dan mengembangkan atau menyebarluaskan melalui pendidikan kita dengan melakukan hal-hal yang positif supaya kita sebagai pemuda bisa menjadi contoh yang baik di masyarakat.Terimaksih🙏

  31. Menurut saya
    Dari artikel kedua diatas adalah pengetahuan dan kemampuan dalam menciptakan dan mengatakan budaya manggarai ini.sehingga dalam istilah adat istiadat sudah menerapkan hal yang positif,lembaga adat tersebut adanya namanya manajerial dan nilai kemanusiaan yang baik.

  32. Menurut saya
    Dari artikel yang kedua,bahwa kaum cendekia bukanlah hanya seorang yang professional. Tetapi kita juga bisa menjadi seorang cendekia jika kita menanamkan sikap tajam pikiran, lekas mengerti jika di beri tahu sesuatu, cerdas, cepat mengerti situasi dan pandai mencari jalan keluar.

  33. Dari artikel kedua ini ,bahwa kaum cendekia bukanlah hanya seorang profesional saja . Tatapi kita juga bisa menjadi cendekia jika kita menanamkan sikap tajam pikiran , lekas mengerti jika di beri tahu sesuatu dan cepat mengerti situasi dan pandai mencari jalan keluar

  34. Dari artikel diatas saya menanggapi bawah
    Para cendekia pandai mencari jalan keluar dalam menghadapi masalah
    Maka dari itu kita sebagai penerus budaya manggarai harus mematuhi setiap peraturan yang berlaku dalam budaya manggarai

  35. Menurut saya para cendekia berperan penting dalam adat Manggarai dan mereka juga pandai dalam menyelesaikan suatu masalah.dan kita sebagai generasi penerus harus menanam rasa cinta kasi kepada sesama dan menghormati as satu sama lain serta mematuhi peraturan yang tercantum dalam adat istiadat Manggarai

  36. Kita sebagai parah pemuda manggarai dan generasi penerus marilah kita membangun adat-istiadat dan kebudayaan manggarai dan menjaga menjunjung tinggi adat dan istiadat manggarai

  37. Cendekia adalah orang cerdas,pintar dan pandai mecari jalan keluar.kita sebagai generasi mudah harus semangat untuk belajar dan bisa melestarikan budaya manggari.

  38. Dari artikel ini,kita sebagai generasi penerus
    Harus mengikuti alurnya, yang nenek moyang kita wariskan secara turun temurun

  39. Kita harus menerapkan budaya manggarai sebagaimana yang telah ditetapkan oleh nenek moyang kita dulu tanpa harus merubahnya.

  40. Menurut saya
    Dari artikel kedua diatas dapat saya simpulkan bahwa kita sebagai generasi atau pemuda pemudi manggarai harus memilikk jiwa semangat dalam melestarikan dan mengembangkan adat istiadat yang secara turun temurun sudah diwariskan oleh nenek moyang kita dulu.
    Kita juga patut berapresiasi kepada para cendikiawan karena dia memilikk peran penting dalam mendidik dan mendorong dalam kehidupan kita,dia juga telah memprluas ilmu pengetahuan.
    Kiranya kita sebagai generasi harus mengikuti jejek dari para cendekia supaya kita bisa mengatur tata cara atau susunan dalam adat istiadat orang manggarai

    Terimakasih🙏🏼

  41. Dari artikel tersebut disimpulkan bahwa adanya cendekia dalam kehidupan masyarakat sangatlah penting karena dapat menganalisa dan memecahkan masalah atau persoalan yg terjadi dalam masyarakat.Dengan pengabdiannya kepada masyarakat
    Seorang cendekia membagi ilmunya kepada masyarakat dengan cara melakukan seminar

  42. Menurut saya cendekia adalah orang yang membahas persoalan tentang sebuah artikel yang dimana mereka mencari narasumber yang bisa dipercaya dengan bukti nyata bukan hanya secara tulis atau lisan.

  43. Dari artikel diatas menunjukan kita sebagai kaum generasi penerus harus berlatih dan blajar untuk memberikan atau mencerminka sikap yang baik dan menanamkan sikap tanguh dan percaya diri dalam mebangun bangsa dan negara

  44. Menurut saya dari kutipan Artikel diatas kita sebagai generasi penerus harus mempunyai jiwa yang semangat dalam menjalankan sebuah kegiatan toleransi di masyrakat yang sesuai dengan tatanan budaya Manggarai.

  45. Menurut saya dari kutipan Artikel diatas kita sebagai generasi penerus harus mempunyai jiwa yang semangat dalam menjalankan sebuah kegiatan toleransi di masyrakat yang sesuai dengan tatanan budaya Manggarai. Dan berperan penting dalam kegiatan adat istiadat Manggarai.

  46. Kita sebagai generasi penerus perlu menerapkan atau mengikut sikap dari para cendikiawan guna mengembangkan serta melestarikan budaya dan adat istiadat

  47. Menurut saya kutipan dari artikel diatas kita sebagai generasi peerus harus mempuyai jiwa yang berlebih semangat dalam menalankan sebuah kegiatan toleransi

  48. Kita sebagai kaum penerus harus bisa menjaga dan melestarikan budaya manggarai itu sendiri

  49. Artikel diatas menunjukan kepada kita agar kita tetap menjunjung tinggi adat istiadat kita adat manggarai karena adat manggarai memiliki nilai moral tinggi dan adat merupakan turun temurun dari nenek moyang kita , kita diajak untuk selalu menjaga dan mengembangkan adat kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button