Paulus Opot: Pegawai Teladan yang Mencintai Pendidikan

- Penulis

Minggu, 7 Maret 2021 - 17:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paulus Opot (Dokpri)

Paulus Opot (Dokpri)

Kelahiran Yayasan Nucalale tidak terlepas dari kebiasaan berkumpul dalam keluarga dan masyarakat. Tahun 1960an, Ruteng hanyalah sebuah kampung. Semua orang saling mengenal satu sama lain. Ikatan kekerabatan sangatlah kental. Hampir semua urusan dilakukan bersama. Tak terkecuali, urusan keuangan, pendidikan dan pembentukkan karakter.

“Ada kebiasaan untuk mengumpulkan sejumlah uang secara bersama untuk membiayai pendidikan anak-anak. Semuanya dikumpulkan secara suka rela dan senang hati. Saat itu, jumlah lembaga pendidikan juga masih sedikit. Sehingga ketika ada orang atau pihak yang merencanakan pembentukkan sekolah, niat semacam itu mudah diterima”, kisah Bapa Paulus sebagaimana diungkapkan kepada Stafenus Keboro salah satu puteranya.

Baca Juga : Markus Malar Taku: Bangun Kembali Menjadi Sekolah Favorit!
Baca Juga : Paulus Do : Non Scholae, sed vitae discimus!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat Bapak Walter Wisang dan kawan-kawan berniat membangun yayasan, Bapa Paulus Opot juga ikut terlibat dalam diskusi-diskusi itu. “Ada kesepakatan untuk mewujudnyatakan rencana itu secara bersama. Setelah Bapa dan kawan-kawannya mendirikan SMP Dharma Bakti, mereka mulai merencanakan membangun SMA. Kala itu, hanya ada satu SMA di Manggarai yakni SMA Swadaya. Banyak murid yang tidak tertampung di sekolah itu. Pilihannya, jika tidak ke Ende di SMA Syuradikara, ke Makasar”, lanjut Stefanus.

Niat itu kemudian menjadi kenyataan. Yayasan Nucalale dibentuk pada tahun 1970. Bapa Paulus ikut menjadi salah satu pendiri yayasan. Pria yang lahir di Watu, 1 Januari 1933 ini adalah seorang pensiunan pegawai negeri sipil pada Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. Pendidikan terakhirnya diselesaikan di Sekolah Kesehatan Lela jurusan Pengamat Kesehatan (PKC).

Komentar

Berita Terkait

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia
Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende
Yohanes Sason Helan, GM Kopdit Swasti Sari:Hati yang Selalu Mengabdi
Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal
Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!
Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum
Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah
P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 12 September 2023 - 07:48 WITA

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2023 - 19:33 WITA

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Senin, 24 Juli 2023 - 21:48 WITA

Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:54 WITA

Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!

Kamis, 2 Februari 2023 - 17:36 WITA

Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum

Minggu, 31 Juli 2022 - 20:43 WITA

Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah

Selasa, 5 Juli 2022 - 13:24 WITA

P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Sabtu, 9 April 2022 - 13:34 WITA

Tokoh Koperasi Itu Telah Pergi

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA