Berita

Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (3)

Mengapa Berpindah Hak Milik?

Kajian ini didasarkan pada ketersediaan dokumen yang berkaitan dengan tanah di Karanga (kadang ditulis Karangan) dan atau Toroh Lemma Batu Kallo.

Dalam sebuah dokumen Surat Bukti Penyerahan Tanah Adat bertanggal 10 April 1990, para pihak yang melakukan penyerahan tanah adalah Kraeng Dalu Haji Ishaka dan Haku Mustafa selaku Fungsionaris Adat/Tua Golo pihak yang memiliki hak untuk membagikan tanah. Sebagai pihak penerima dinyatakan dalam surat bermeterai itu adalah  Haji Adam Dhudje.

Baca juga :Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah

Tanah yang diserahkan itu terletak di Toh Lemma Batu Kallo (diketik sesuai yang tertulis dalam dokumen). Luas tanah disebutkan kurang lebih 30ha. Batas-batas tanah dinyatakan sebelah Utara: Jalan pertigaan menuju pantai, Selatan: Laut Flores, Timur: Lalan pertigaan menuju Toroh Batu Kalo, Barat: laut Flores/Tanah Negara.

Dinyatakan dalam dokumen surat itu juga, “untuk memenuhi ketentuan adat, maka pihak kedua telah menyerahkan uang sebesar Rp.10.000 (Sepuluh Ribus Rupiah) kepada pihak pertama (Haji ishaka dan Haku Mustafa) sebagai pengakuan tanah adat tersebut pihak pertama telah menyerahkan tanah itu menjadi milik pihak kedua (Haji Adam Djuje)”.

Surat ini ditanda tangani kedua belah pihak dan disaksikan oleh Kepala Desa Labuan Bajo Kuba Usman dengan tanda tangan dan cap, lalu camat Komodo, Anton Us Abatan, tanda tangan dan cap. Dengan adanya surat ini, tanah yang terletak di Toh Lema Batu Kallo bisa dikata adalah milik Haji Adam Djudje.

Baca juga : Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (2)

Soal mulai muncul karena dua hal. Pertama, mengapa waktu pengukuran oleh Pemda Manggarai, yang juga melibatkan Haji Adam Djudje sebagai tim, Haji Adam  tidak membantah bahwa tanah itu sudah menjadi miliknya, disertai bukti Surat Penyerahan dari Kraeng Dalu Haji Ishaka dan Haku Mustafa? Kedua, apakah sebenarnya tanah yang diminta Bupati Gaspar dan disebut dalam dokumen di Karanga (n) berbeda dengan tanah di Toroh Lemma Batu Kallo?

Untuk memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, ada banyak kemungkinan. Ketika Pemda Manggarai Barat mulai mengurus tanah ini pada tahun 2014, karena begitu banyak soal yang ditimbulkan, para pihak yang terlibat dipanggil ikut dalam pertemuan dan membuat surat keterangan secara tertulis.

Haji Adam Djudje sendiri mengakui melalui Surat Pernyataan bertanggal 10 Maret 2014,  dia mengatakan bahwa tanah yang diserahkan Kraeng Dalu Haji Ishaka dan Haku Mustafa adalah tanah yang sama (point 6). Dalam pernyataan itu, Haji Adam Djudje baru menyadari bahwa “tanah adat di lokasi Toroh Lemma Batu Kallo dengan luas kurang lebih 30ha telah diserahkan fungsionaris secara tertulis kepada saya. Tetapi surat penyerahan tersebut hilang dan atau penyimpanan tercecer dan telah diupayakan pencariannya tidak berhasil diketemukan dalam berkas yang disimpan di lemari khusus”, tulis Haji Adam.

Baca juga : Prof. Dr. Berthold Antonius Pareira O.Carm: Selamat Jalan Elia dari Timur

Lebih lanjut, dalam dokumen yang sama disampaikan oleh Haji Adam Djudje bahwa pada tahun 2012 “menertibkan kembali dokumen-dokumen tanah yang tersimpan dalam lemari khusus dan menemukan dokumen surat tanah berupa Surat Penyerahan tanah adat di lokasi Toroh Lemah Batu Kallo yang dibuat tanggal 10 April 1990”, tulisnya.

Haji Adam Djudje mengakui juga dalam dokumen itu bahwa tanah yang dimaksud adalah objek tanah yang sudah diberikan lagi oleh Kraeng Dalu Haji Ishaka kepada Pemda Manggarai. Namun Haji Adam mengatakan, berbasis pada pernyataan Bupati Gaspar bahwa belum ada bukti dokumen Surat Penyerahan Tanah dari Dalu Nggorang kepada Pemda Manggarai (Surat Keterangan 10 Mei 2013) dan diperkuat kesaksian Bupati Fidelis bahwa tanah tersebut tidak disertakan pada Daftar Lampiran  Berita Acara Penyerahan Aset daerah dari Pemkab Manggarai kepada Pemkab Manggarai Barat (Surat Keterangan 31 Januari 2014), dirinya adalah pemilik sah atas tanah tersebut (point 9).

1 2Laman berikutnya

Kanisius Deki

Staf Pengajar STIE Karya, Peneliti Lembaga Nusa Bunga Mandiri

Artikel Terkait

4 Komentar

  1. Sprtnya Hj ishaka itu bkn Dalu, tpi Penggawa Bajo (lembaga pembagi tanah), yg Dalu itu Dalu Bintang cba di cek lgi sjrahnnya dan di bajo itu tdk ada istilah tua golo, krn tdk ada sistem lingko di bajo

  2. Utk memahami tanah manggarai.batas batasnya dgn raja raja di pulau flores.khusus manggarai.jls batasnya.selat sape batas dgn bima.wae mokel batas dgn bejawa.manggara pengusaan wilayah dan tanah.wilayah dalu punya batas batas dan gelarang hak milik pengusaan tanah dan batas batas antara gelarang.khusus wilayah dalu nggorang.rupanya tdk ada gelarang.tdk ada rumah gendang.tdk ada lingko.tdk ada tua golo.tdk ada tua teno.lima filosofi adat manggarai.ada gendang.ada lingko rame ada wae barong.ada compang dan ada natas.itu hrs ada.jadi dalu tdk bisa kekuasannya diberikan kpd orang lain demikian gelarang.kecuali tua teno bisa diberikan kpd generasi berikut dari turunan tua teno.masalah fungsi tanah.ada kimgko rame.ada lingko saung cue.ada lingko neol dan namanya tobok.rupanya di wilayah dalu nggorang kebanyakan tobok tobok.dan ada yg menguasainya.skrng ada gendang kaper.itu gagal paham.gendang hrs ada pakep didalamya.yaitu panga panga.tdk memenuhi unsur gilosofi adat manggarai.tolong liat peta manggarai yg ditanda tangani oleh raja manggarai sekali gus dalu dalunya.siapa dalu nggorang dllnya.memang masalah ranah di labuan bajo sala satu yg ribet asa usul tanah dan rupanya mau penataan kembali agak susah.saling mengkleim sebagai tua.terakir saya pesan pemda mabar buka peta manggarai.kar dalu.utk tidak timbul masalah tanah.pertama asal usul tanah.dllnya.sebagai dasar kepemlikan tanah.

  3. Trima kasih untuk tanggapan dite. Data ledaluan memang termasuk Bajo yang karakteristiknya berbeda dengan Manggarai Tengah, Rajong dan Rongga. Bajo, Rongga dan Elar memiliki sistem tersendiri, sama halnya Reok dan Pota. Karena itu, kita tidak serta merta menyamaratakan semua konsep budaya Manggarai Tengah untuk wilayah2 ini. Adapun apa yg tersaji dalam artikel di atas mengikuti apa yang tertulis dalam dokumen2 yg kami jumpai/kami miliki berkaitan dengan kasus yang sedang dibahas saat ini. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button