Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (3)

- Penulis

Sabtu, 16 Januari 2021 - 11:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Haji Adam Djuje (Sumber :Flores Editorial)

Haji Adam Djuje (Sumber :Flores Editorial)

Mengapa Berpindah Hak Milik?

Kajian ini didasarkan pada ketersediaan dokumen yang berkaitan dengan tanah di Karanga (kadang ditulis Karangan) dan atau Toroh Lemma Batu Kallo.

Dalam sebuah dokumen Surat Bukti Penyerahan Tanah Adat bertanggal 10 April 1990, para pihak yang melakukan penyerahan tanah adalah Kraeng Dalu Haji Ishaka dan Haku Mustafa selaku Fungsionaris Adat/Tua Golo pihak yang memiliki hak untuk membagikan tanah. Sebagai pihak penerima dinyatakan dalam surat bermeterai itu adalah  Haji Adam Dhudje.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga :Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah

Tanah yang diserahkan itu terletak di Toh Lemma Batu Kallo (diketik sesuai yang tertulis dalam dokumen). Luas tanah disebutkan kurang lebih 30ha. Batas-batas tanah dinyatakan sebelah Utara: Jalan pertigaan menuju pantai, Selatan: Laut Flores, Timur: Lalan pertigaan menuju Toroh Batu Kalo, Barat: laut Flores/Tanah Negara.

Dinyatakan dalam dokumen surat itu juga, “untuk memenuhi ketentuan adat, maka pihak kedua telah menyerahkan uang sebesar Rp.10.000 (Sepuluh Ribus Rupiah) kepada pihak pertama (Haji ishaka dan Haku Mustafa) sebagai pengakuan tanah adat tersebut pihak pertama telah menyerahkan tanah itu menjadi milik pihak kedua (Haji Adam Djuje)”.

Surat ini ditanda tangani kedua belah pihak dan disaksikan oleh Kepala Desa Labuan Bajo Kuba Usman dengan tanda tangan dan cap, lalu camat Komodo, Anton Us Abatan, tanda tangan dan cap. Dengan adanya surat ini, tanah yang terletak di Toh Lema Batu Kallo bisa dikata adalah milik Haji Adam Djudje.

Baca juga : Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (2)

Soal mulai muncul karena dua hal. Pertama, mengapa waktu pengukuran oleh Pemda Manggarai, yang juga melibatkan Haji Adam Djudje sebagai tim, Haji Adam  tidak membantah bahwa tanah itu sudah menjadi miliknya, disertai bukti Surat Penyerahan dari Kraeng Dalu Haji Ishaka dan Haku Mustafa? Kedua, apakah sebenarnya tanah yang diminta Bupati Gaspar dan disebut dalam dokumen di Karanga (n) berbeda dengan tanah di Toroh Lemma Batu Kallo?

Untuk memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, ada banyak kemungkinan. Ketika Pemda Manggarai Barat mulai mengurus tanah ini pada tahun 2014, karena begitu banyak soal yang ditimbulkan, para pihak yang terlibat dipanggil ikut dalam pertemuan dan membuat surat keterangan secara tertulis.

Haji Adam Djudje sendiri mengakui melalui Surat Pernyataan bertanggal 10 Maret 2014,  dia mengatakan bahwa tanah yang diserahkan Kraeng Dalu Haji Ishaka dan Haku Mustafa adalah tanah yang sama (point 6). Dalam pernyataan itu, Haji Adam Djudje baru menyadari bahwa “tanah adat di lokasi Toroh Lemma Batu Kallo dengan luas kurang lebih 30ha telah diserahkan fungsionaris secara tertulis kepada saya. Tetapi surat penyerahan tersebut hilang dan atau penyimpanan tercecer dan telah diupayakan pencariannya tidak berhasil diketemukan dalam berkas yang disimpan di lemari khusus”, tulis Haji Adam.

Baca juga : Prof. Dr. Berthold Antonius Pareira O.Carm: Selamat Jalan Elia dari Timur

Lebih lanjut, dalam dokumen yang sama disampaikan oleh Haji Adam Djudje bahwa pada tahun 2012 “menertibkan kembali dokumen-dokumen tanah yang tersimpan dalam lemari khusus dan menemukan dokumen surat tanah berupa Surat Penyerahan tanah adat di lokasi Toroh Lemah Batu Kallo yang dibuat tanggal 10 April 1990”, tulisnya.

Haji Adam Djudje mengakui juga dalam dokumen itu bahwa tanah yang dimaksud adalah objek tanah yang sudah diberikan lagi oleh Kraeng Dalu Haji Ishaka kepada Pemda Manggarai. Namun Haji Adam mengatakan, berbasis pada pernyataan Bupati Gaspar bahwa belum ada bukti dokumen Surat Penyerahan Tanah dari Dalu Nggorang kepada Pemda Manggarai (Surat Keterangan 10 Mei 2013) dan diperkuat kesaksian Bupati Fidelis bahwa tanah tersebut tidak disertakan pada Daftar Lampiran  Berita Acara Penyerahan Aset daerah dari Pemkab Manggarai kepada Pemkab Manggarai Barat (Surat Keterangan 31 Januari 2014), dirinya adalah pemilik sah atas tanah tersebut (point 9).

Komentar

Berita Terkait

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba
Kesaksian yang Membuka Mata
Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (6)
Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah Edisi #5
Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah Edisi #4
Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (2)
Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah

Berita Terkait

Senin, 25 September 2023 - 11:49 WITA

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Rabu, 17 Februari 2021 - 18:28 WITA

Kesaksian yang Membuka Mata

Sabtu, 30 Januari 2021 - 18:46 WITA

Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (6)

Minggu, 17 Januari 2021 - 19:08 WITA

Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah Edisi #5

Sabtu, 16 Januari 2021 - 12:52 WITA

Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah Edisi #4

Sabtu, 16 Januari 2021 - 11:52 WITA

Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (3)

Jumat, 15 Januari 2021 - 15:42 WITA

Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (2)

Jumat, 15 Januari 2021 - 13:17 WITA

Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA