Sosok

Mengenal 25 Tahun Kopdit Hanura Borong: Herman Ruba Thuru, Hanura adalah Muara Impian

Tanpa terasa Koperasi Hati Nurani Rakyat (Hanura) sudah berusia 25 tahun. Seperempat abad melayani masyarakat. Membincangkan Kopdit Hanura erat hubungannya dengan Bapa Herman Ruba Thuru, yang biasa akrab disapa Bapa Herman. Pria yang tak banyak bicara ini adalah tokoh penting dalam arus pewacanaan lahirnya sebuah Kopdit. Sudah sejak lama kerinduan terdalamnya adalah membangun sebuah lembaga keuangan di mana lembaga keuangan itu mengakomodir kepentingan masyarakat kelas bawah dari sisi ekonomi. “Kehidupan yang serba kekurangan di zaman itu memicu kami untuk berpikir keras bagaimana caranya agar kami mendapat pinjaman. Saat itu peredaran uang sangat terbatas. Apalagi bank belum menyentuh masyarakat lapisan bawah, kecuali yang memiliki profesi sebagai pegawai negeri sipil atau TNI dan Polri”, kisahnya.

Baca juga : Ritus Teing Hang Empo dan Usaha Melawan Lupa

Herman lahir di Maghilewa, Inerie pada 8 Mei 1962. Pendidikan terakhirnya adalah  Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA). Sebelumnya, Herman adalah seorang anggota komunitas biara SVD. Karena itu dia melanglang buana dari satu tempat ke tempat lain. Di Manggarai dia mulai melayani paroki Mano pada tahun 1977-1980 untuk urusan rumah tangga pastoran. Setelah tiga tahun di Manggarai, ia melakukan pelayanan misi di Nenuk-Timor pada tahun  1980-1982 khususnya bidang perternakan unggas dan menjahit lalu setelah kembali ke paroki Mano 1982-1984 untuk tugas yang sama. Selanjutnya, Herman dipercayakan untuk pelayanan misi sebagai tenaga sukarela di desa Wewole – Nagekeo pada tahun 1984-1985. Tenaganya dibutuhkan di mana-mana sehingga pada tahun  1985-1988 melakukan pelayanan di paroki Melolo Sumba Timur. Tahun 1988-1989 sebagai anggota konfrater Bruderan St. Konradus Ende. Setelah sekian tahun berada di luar manggarai, tahun 1989-1993 Herman melakukan pelayanan di paroki Cewo Nikit Ruteng.

Baca juga : Kemenangan Untuk Rakyat Manggarai (Catatan Pilkada ke-11)

1 2 3 4Laman berikutnya

Kanisius Deki

Staf Pengajar STIE Karya, Peneliti Lembaga Nusa Bunga Mandiri

Artikel Terkait

3.445 Komentar

  1. Sebagai kakaknya, saya sungguh memahi.cita-citanya. Komitmen pelayanan kepada sesama, melalui Credit Union, saya yakin terbentuk oleh pengalaman lika-liku jalan hidupnya.

    Lika-liku hidup yang nyaris mirip dengan saya, kakaknya, yang pernah kandidat bruder SVD , Guru di Aimere, Malapedho, Kewapante Maumere, Jember Jawa Timur, kuliah di Madiun dan masuk frater Rirapiret, Menjadi penyiar radio di Padang, wartawan Dian dan wartawan di Denpasar sambil aktif di Koperasi Kredit.

    Di mata saya, Herman adalah pejuang untuk hidupnya dan pejuang untuk untuk hidup sesamanya. Ia tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, karena sadar bahwa kami memang bukan keluarga kaya raya.

    Harapannya untuk “dihargai” sebagai pendiri koperasi, sesungguhnya adalah harapan hampir 800-an pendiri/perintis Credit Union/Koperasi Kredit di bawah jaringan Inkopdit dan Puskopdit. Sebab kenyataan banyak yang ” habis manis sepat dibuang”, dilupakan ketika koperasi itu sudah menjadi lembaga keuangan non bank yang mapan.

    Salam Dari Denpasar
    Agustinus G Thuru

  2. Pak Agus, terima kasih untuk sharing pengalaman Pak Agus yang ternyata mengenal dari dekat sosok Pak Herman. Di Puskopdit Manggarai, Pak Herman ini adalah gurunya Kopdit. Awal mula orang belajar tentang Kopdit pada beliau ini. Ada 2 Kopdit awali di Puskopdit Manggarai yang dulu dibentuk pertama tahun 1995: Hanura (Borong) dan Sinar Harapan (Satar Mese Barat). Keduanya masih hidup dan berjalan dengan baik. Setiap jejak perjalanan kita untuk melayani masyarakat, khususnya pengembangan ekonominya, adalah tapak-tapak perjuangan yang tidak mudah. Penuh suka dan duka. Tetapi memang harus ada keberanian untuk memulai. Tentang Hanura saya menulisnya dalam sebuah buku dengan judul: Terus Menggemakan Nurani Memantulkan Kesejahteraan (Lembaga Nusa Bunga Mandiri, 2020). Sy selalu setia untuk mendokumentasi perjalanan Kopdit melalui publikasi buku. Hingga saat ini, sudah ada 3 Kopdit yang saya tulis.

  3. Saya sangat senana dengn bapak herman karena sudah mnjadi orang yang trbaik dan bapak herman ini juga sdh mnjafi contoh bagi anak”dan saudaranya begitu juga dengn orang lain

  4. Sanggat bangga menjadi orang Manggarai karena tidak pernah meninggalkan budaya atau adat istiadat tersebut, contohnya ritual teing hang empo ini . Ritual teing hang empo ini memang selalu ada atau wajib sebagai tanda syukur kepada Tuhan dan leluhur. Oleh karena itu kita sebagai orang Manggarai harus tetap menjaga dan melestarikan adat istiadat yg ada di Manggarai

  5. Saya memberikan apresiasi kepada bapak Herman Ruba Tuhu karena belau merupakan seseorang yang patut dicontoh oleh masyarakat belau memiliki jiwa untuk berjuang baik untuk dirinya maupun orang lain yg membutuhkan bantuanx

  6. Perjuangan yang patut dicontoh,pak Herman merupakan sang pejuang untuk kesejahteraan masyarakat. Beliau memiliki kerinduan untuk membangun lembaga keuangan dimanggarai dengan tujuan untuk membantu masyarakat kalangan bawah

  7. Kopdit hanura adalah termasuk salah satu koperasi yang masih menjadi pilihan Faforit masarakat manggarai karena pelayanan juga bagus serta sangat dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.

  8. Food and Drug Administration FDA does not approve of any herb or supplement meant to improve sexual stamina, so consult your doctor before ingesting these potentially dangerous drugs priligy united states Viagra can help you to get another erection for up to 4 hours after youve taken a dose

  9. Thus, our results indicate that plasma membrane- localized ОІ1AR regulates TnI and RyR2 phosphorylation to control inotropy contraction, whereas Golgi- localized ОІ1AR specifically regulates PLB phosphorylation to control lusitropy relaxation. doxylis acheter The clinical significance of these findings to humans is unknown.

  10. Many of these DUX4 target genes, including germline specific genes, cleavage stage genes, and immune system regulators, are not normally expressed in healthy myogenic cells 24, 26, 33, 34 order cialis online The most current version of QuPath at the time, v0