Markus Paus: Fortiter in re et suaviter in modo

- Penulis

Kamis, 25 Februari 2021 - 13:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Markus Paus (Dokpri)

Markus Paus (Dokpri)

Markus Paus, lahir di Coal, kecamatan Kuwus, kabupaten Manggarai Barat pada 1 Januari 1938. Dia mulai menjalankan pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Lewur sampai kelas 3 lalu lanjut di SR di Ruteng hingga tamat. Markus berada di Ruteng mengikuti Bapa Andreas Apul yang saat itu sudah menjadi guru dan bekerja pada KVS. Selesai SR dia memasuki SMP Tubi. Kala itu, SMP Tubi adalah satu-satunya Sekolah Menengah Pertama di Manggarai. Cita-citanya amat besar. Ia adalah pribadi yang pantang menyerah. Usai menamatkan pendidikan di SMP Tubi, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Syuradikara. Dalam catatan sejarah, SMA Syuradikara ini sangatlah berjasa dalam membentuk karakter para pemuda dan pemudi yang kemudian memegang kendali pembangunan di Flores.

Baca Juga : Kami Dipercaya, Kami Akan Sukses:

Usai menamatkan sekolah dia bekerja di KVS bersama Walter Wisang. Kelak mereka sama-sama membangun Yayasan Nucalale. Mereka melakukan banyak pembenahan lembaga pendidikan di Manggarai dalam Yayasan Sukma. Mereka mengunjungi sekolah-sekolah yang ditangani yayasan itu di seluruh Manggarai. Sebagai staf yang bekerja bersama para misionaris, mereka tidak hanya menjadi pegawai, tetapi lebih dari itu mereka menawarkan inovasi-inovasi baru pendidikan sesuai dengan kultur orang Manggarai. “Bapa memiliki cita-cita agar pendidikan merupakan motor penggerak kemajuan di Manggarai. Hal ini memang beralasan, sumber daya manusia yang minim menyebabkan laju gerak pembangunan melambat”, ujar Mama Anastasia Rijung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kinerjanya yang baik di KVS menciptakan kisah. Pemerintah Daerah (Pemda) kala itu masih kekurangan banyak tenaga. Di sana sini diperlukan orang yang dapat mengimbangi program kerja Bupati. Lantas kemudian, Markus ditarik ke Pemda. Ia bekerja di kantor Bupati Manggarai. Kinerjanya yang baik menghasilkan kepercayaan. Oleh Bupati Lega, dia dipercaya menjadi Camat Kopeta Ruteng.

Dirinya sadar bahwa jabatan menuntut kapasitas dan kualitas. Ijazah SMAnya sudah tidak muat untuk menghasilkan kapasitas yang memadai dalam menjalankan kebijakan pembangunan. Ia lalu melanjutkan pendidikan di Kupang. “Bapa orang yang selalu belajar. Ia selalu membaca dan berdiskusi dengan banyak pihak. Ia tidak hanya mengurus diri dan keluarganya. Melampaui semua kepentingan pribadi dan keluarga, ia memikirkan banyak orang”, ujar Mama Anastasia, pendamping hidupnya.

Komentar

Berita Terkait

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia
Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende
Yohanes Sason Helan, GM Kopdit Swasti Sari:Hati yang Selalu Mengabdi
Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal
Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!
Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum
Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah
P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Berita Terkait

Selasa, 12 September 2023 - 07:48 WITA

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2023 - 19:33 WITA

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Senin, 24 Juli 2023 - 21:48 WITA

Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:54 WITA

Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!

Kamis, 2 Februari 2023 - 17:36 WITA

Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum

Minggu, 31 Juli 2022 - 20:43 WITA

Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah

Selasa, 5 Juli 2022 - 13:24 WITA

P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Sabtu, 9 April 2022 - 13:34 WITA

Tokoh Koperasi Itu Telah Pergi

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA