Keng, Doa Penyerahan Orang Manggarai

- Penulis

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanisiusdeki.com – Pengalaman hidup manusia tidak selalu menyajikan kisah hidup yang menyenangkan dan indah. Jikalau kita mampir ke laman media sosial seperti facebook, sangat terlihat serba-serbi kehidupan: bahagia atas kelahiran anak, berseri-seri karena keberhasilan, syukur karena dibebaskan dari kesulitan dan keselakaan pun tak ketinggalan duka mendalam karena sakit dan kematian, kekecewaan karena diperlakukan tidak adil dan dipinggirkan.

Ekspresi atas pengalaman itu bermacam-macam. Kebahagiaan ditampilkan secara gamblang melalui kata-kata puitik, alunan musik dan melodi serta emoticon-emoticon yang kini menjadi bahasa baru dalam komunikasi sosial. Pengalaman derita diungkapkan dalam doa, kemarahan dan bahkan caci maki. Semua itu menjadi ekspresi yang biasa, normal dan tak terhindarkan.

Baca Juga : Tombo Adak Orang Manggarai
Baca Juga : Fokus Manggarai: Wisata Budaya dan Religi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tradisi budaya Manggarai, ekspresi-ekspresi semacam itu juga terlihat dalam banyak hal. Utamanya secara gamblang ditampilkan dalam doa-doa. Doa Torok diungkapkan secara resmi, formal, elegan dan gagah. Doa Torok dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa besar kehidupan yang terungkap dalam ritus-ritus adat yang sudah diwariskan: sejak manusia dalam kandungan, kelahiran, memulai pekerjaan dan perjuangan, kematian hingga pascakematian. Doa Torok diungkap dalam upacara komunal dengan komunitas sebagai saksi. Ia memiliki dimensi sosial.

Selain Doa Torok dengan komunitas sebagai rumahnya, ada juga Doa Keng sebagai ungkapan privat individu ketika dia mengalami berbagai peristiwa kehidupan, khususnya penderitaan. Ketika orang Manggarai mengalami kesukaran dalam hidupnya, khususnya karena kesulitan itu datang dari luar dirinya, muncullah Doa Keng.

Kata Keng sering dipadankan dengan kata kinda: keng agu kinda. Dalam Kamus Bahasa Manggarai hasil karya P. Jillis Verheijen SVD, kata keng dan kinda memiliki arti doa permohonan.[1] Artikel ini membahas zits im leben dari Keng dan korelasinya dengan situasi ketidakadilan.

Komentar

Berita Terkait

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba
Ruteng, Kota Natal
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang

Berita Terkait

Senin, 25 September 2023 - 11:49 WITA

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Jumat, 3 Desember 2021 - 11:20 WITA

Ruteng, Kota Natal

Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:23 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:54 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:52 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:34 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:03 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Selasa, 20 Juli 2021 - 11:46 WITA

Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA