EkonomiManggarai

Kami Optimis Untuk Ke Depan:

Kelompok Ca Nai Cumbi

Kelompok Ca Nai berada di desa Cumbi, kecamatan Ruteng. Sekitar 15 km di arah Barat kota Ruteng. Kelompok ini memiliki anggota 19 orang petani kopi. Lahan-lahan perkebunan kopi mereka berada di bawah kaki pegunungan Poco Likang. Tanahnya termasuk tanah yang subur walaupun topografinya banyak yang berada di kemiringan 35°. Selain itu, di beberapa kawasan, perkebunan kopi petani ada juga di lembah dan di dataran.

Mereka membudidayakan tanaman kopi sebagai usaha lanjutan warisan dari orang tuanya. Kopi dikenal di wilayah ini sebagai perluasan budidaya kopi robusta dari daerah Colol dan Sita sekitar tahun 1950an. Anakan kopi dibeli para petani dari para pedagang kopi yang dijajakan di kampung Cumbi. Baru sekitar tahun 1990an, mereka mengenal kopi Arabica setelah dijadikan proyek pengadaan tanaman itu oleh Pemerintah Manggarai.

Baca Juga : Markus Paus: Fortiter in re et suaviter in modo
Baca Juga : Kami Dipercaya, Kami Akan Sukses:

Sayangnya kopi yang dibagikan oleh Pemda Manggarai kerap turun dimusim panas. Banyak yang mati. Bersamaan dengan itu anakan kopi diberi tanpa pendampingan. “Mereka bagikan saja anakan kopi. Mau ditanam dengan cara bagaimana tidak dijelaskan. Mungkin mereka mengandaikan kami sudah paham menanam kopi. Padahal, kopi jenis Arabica butuh perlakuan khusus”, jelas Bapa Darius, ketua kelompok Ca Nai.

1 2 3Laman berikutnya

Kanisius Deki

Staf Pengajar STIE Karya, Peneliti Lembaga Nusa Bunga Mandiri

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button