Politik

Jangan Ada Intimidasi di Antara Kita

(Catatan Pilkada ke-10)

Kanisius Teobaldus Deki

Video itu kini viral, menjadi buah bibir dan percakapan di semua lini. Isinya cukup mengejutkan. Seorang pejabat Negara dan wakil rakyat, Yenni Veronika, diduga melancarkan ancaman kepada sebuah keluarga di Pong Pahar (beritafajartimur.com). Tentu ini bukanlah perilaku terpuji. Bahkan dalam perhelatan politik Pilkada seperti saat ini, tindakan semacam ini tak seharusnya dilakukan.

Apalagi oleh pihak yang menyebut diri pejabat Negara dan wakil rakyat. Ada kontradiksi di sini. Seorang anggota dewan adalah perwakilan rakyat. Dia dipilih oleh rakyat untuk mewakili mereka. Posisi rakyat di sini sebenarnya adalah pihak yang memberi mandate. Masa iya, seorang wakil mengancam orang yang memberi kepercayaan?

Baca juga Incumbent Itu Akhirnya Kalah

Kini persoalan tersebut sedang ditangani oleh pihak kepolisian dan Bawaslu. Tim lawyer H2N telah melaporkan peristiwa ini. Tujuannya jelas, tindakan ini adalah sebuah upaya menindas hak berdemokrasi masyarakat. Ada sebentuk paksaan untuk memilih paslon lain (DM) dengan cara mengancam. Hal mana melanggar prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

1 2 3 4Laman berikutnya

Kanisius Deki

Staf Pengajar STIE Karya, Peneliti Lembaga Nusa Bunga Mandiri

Artikel Terkait

20 Komentar

  1. Artikel ini menghimbaukan kita sebagai masyarakat yang berdemokrasi, kita memilih berdasarkan suara hati nurani kita dalam hal yang berkaitan dengan norma etis, untuk memilih yang baik sesuai dengan pilihan hati nurani kita masing-masing dan menolak yang jahat.. 🙏
    (Laurensia jelu)

  2. Jika seseorang yang ingin menang dalam pilkada itu bukan dengan cara intimidasi ( mengancam dan menakut nakuti pawara warga di sekitar agar bertujuan untuk bisa mendapatkan suara.tetapi lakukanlah dengan cara yang positif karena warga masyarakat bukan memilih siapa yang kaya dan siapa yg berpenampilan bagus untuk bisa mendudukki kursi bupati dan lain lain,tetapi masyarakat memilih siapa yg bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pembangunan.dari isi artikel diatas sangat menujukan jika mereka inigin dan diharuskan untuk menang.
    Jika semuanya ingin menang maka sipa yang mau kalah begitupun sebaliknya jika siapa semuanya ingin kala maka siapa yang mau menang

    Petrus sokar

  3. Mnghimbaukan kita agar masyarakat berdemokrasi,memillih brdasarkan suara hati nurani kita dalam hal yg brkaitan dgn norma etis ,untuk memilih yg baik sesuai dgn pilihan hati nurani kita masing masing dan menolak yg jahat….

  4. Siapapun yang menang itu adalah bupati manggarai bukan bupati 01 atau 02. Keluarga hubungannya sampai akhir hayat kalau politik hanya lima tahun (nai ca anggit tuka ca leleng muku ca pu’u neka woleng curup)

  5. Sangat di Sayangkan seorang pejabat negara melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada masyarakat, apalah pemilu sudah di mata mata. Masyarakat itu punya hak untuk memilih menurut hati nurani masing- masing, jangan karna karna memiliki kekuasaan lalu merendahkan martabat masyarakat yang pemilih besan bukankah sebaiknya seorang seharusnya Negara itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat agar menjadi pemilu berjalan dengan damai.
    (Marselina Ndahul 20 11 90 38)

  6. Sangat di Sayangkan seorang pejabat negara melakukan tindakan yang tidak terpuji kepada masyarakat, apalah pemilu sudah di depan srmata. Masyarakat itu punya hak untuk memilih menurut hati nurani masing- masing, jangan karna karna memiliki kekuasaan lalu merendahkan martabat masyarakat yang pemilih besan bukankah sebaiknya seorang seharusnya Negara itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat agar menjadi pemilu berjalan dengan damai.
    (Marselina Ndahul 20 11 90 38)

    Balas

  7. Menghimbaukan agar masyrakat berdemokrasi,untuk memilih berdasarkan suara hati nurani.dan berhak menentukan pilihan dalam melakukan pesta demokrasi,
    Dan tidak mengitu dari pembicaraan orang lain….

  8. Artikel ini menceritakan seorang pejabat negara dan wakil rakyat , yeni veronika, di duga melancarkan ancaman kepada sebuah keluarga di pong pahar , tentu ini bukanlah prilaku terpuji . Dalam hal ini seharusnya kita sebagai masyarakat kita harus bisa menghargai pemimpin kita karena bukan mreka sendri yg menentukan untuk menjadi seorang pemimpin melainkan masyrakat .

  9. Artikel ini menghimbau kepada kita sebagai masyarakat yang demokrasi bahwa kita harus memilih sesuai dengan hati nurani kita,bukan melalui paksaan dari luar dengan cara mengancam dan jangan memilih seseorang karena melalui sogokan dari pihak lain,karena hal tersebut telah melanggar prinsip pemilu .

  10. Artikel ini menghimbau,dimana dalam suatu pilkada tidak boleh adanya suatu ancaman bagi masyarakat hanya untuk mendapatkan seorang pejabat negara.Tindakan dari beliau ini adalah sebuah upaya menindas hak berdemokrasi masyarakat.

  11. Artikel ini keren banget👍👍👍
    ‘intimidasi’ apapun bentuknya dan dilakukan siapapun terhadap rakyat/siapapun di republik ini, termasuk Manggarai tidak dibenarkan. Pilihannya hanya satu harus di DILAWAN! ingat HAKEKAT DEMOKRASI (Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat). Rakyatlah penentu nasib bangsa dan Manggarai ini kedepannya. Demokrasi tidak boleh dihasilkan melalui proses intimidasi,apalagi dilakukan oleh oknum pejabat negara yg merupakan mandat rakyat sendiri. Sekali lagi harus di LAWAN. DEMOKRASI harus dihasil dg sebuah proses yg adil, jujur dan demokratis.

  12. Trima kasih sudah membaca dengan mata budi yg jernih. Salam demokrasi sehat. Mari terus saling membelajarkan hal baik dan benar kepada generasi Manggarai.

  13. Artikel ini mengimbaukan bahwa sebagia masyarakat yang berdemokrasi, memilih bupati berdàsarkan hati nurani kita masing- masing bukan karena memilih dengan secara isu2 dari orang lain.

  14. Jika seorang ingin menang dalam sebuah pilkada maka demokrasi tidak boleh dihasilkan intimidasi.apa lagi yang dilakukan oleh oknum pejabat negara yang merupakan mandat dari Rakyat sendiri.sebaiknya demokrasi harus dihasilkan dengan sebuah proses yang adil dan jujur

  15. Jika seorang ingin menang dalam sebuah pilkada maka demokrasi tidak boleh dihasilkan intimidasi.apa lagi yang dilakukan oleh oknum pejabat negara yang merupakan mandat dari Rakyat sendiri.sebaiknya demokrasi harus dihasilkan dengan sebuah proses yang adil dan jujur

  16. Dari Artikel diatas,menurut saya siapa yang layak memimpin Manggarai itu, adalah pilihan kita sebagai Masyarakat,dan yang terpilih adalah Bupati kita bersama. Jadi,jangan ada lagi politik uang,atau memamerkan kakayaan.
    Terima Kasih🙏

  17. Artikel ini menghimbaukan kepada seluruh masyarakat yang berdemokrasi bahwa kita sebagai masyarakat harus memilih sesuai dengan hati nurani kita,bukan melalui paksaan orang lain.

  18. Menurut saya jika seorang ingin meneng dalam pilkada tidak harus dgn ancaman kepada keluarga dipong pahar tentunya ini bukan prilaku terpuji terhadap masyarakat sebenarnya dalam saat politik pilkada seperti saat ini tindakan semacam ini tak seharusnya dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button