Guru Wens Wisang: Pencinta Seni, Sahabat Cosmas Batubara

- Penulis

Jumat, 22 Januari 2021 - 17:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Guru Wens Wisang (sumber: dokpri)

Foto: Guru Wens Wisang (sumber: dokpri)

(Catatan 50 Tahun SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng)

Wens Wisang adalah salah satu anak dari Wihelmus Wisang, guru pertama yang datang ke Manggarai tahun 1914.[1] Guru Wihelmus Wisang menikah dengan Isabela Parera. Dari perkawinan itu mereka dikaruniai 5 (lima) anak: Wilibrodus Wisang, Walburga Wisang, Walter Wisang, Wens Wisang dan Waldetrudis Wisang. Wens lahir di Mano pada 22 Desember 1937.

Ia menjalankan pendidikan dasar di Sekolah Rakyat Mano. Setelah itu dia melanjutkan pendidikan di Seminari St. Yohanes Berchmans Mataloko. Karena tidak ingin menjadi imam, di tahun terakhir dia melanjtkan pendidikannnya di SMA Syuradikara. Setelah tamat tadi Syuradikara, Wens menuju Jakarta untuk memasuki perguruan tinggi. Dia memilih Universitas Atmajaya Jakarta untuk mengambil bidang sejarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga : Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah

Setelah menyelesaikan pendidikannya hingga tingkat sarjana muda, Wens kembali ke Manggarai tahun 1963 dan menjadi guru di SGA Tubi. Ia menjadi seorang guru yang sangat berbakat, dicintai muridnya.

Tahun 1966 ia menikahi Sofia Rieta Jeno, cucu dari Dalu Rongga, Yoseph Meka Roja. Sofia lahir di Munde 10 Desember 1947. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SR Kisol dan melanjutkannya di SKKP Ruteng tahun 1963-1965. Dari perkawinan itu lahirlah anak-anak: Lutgardis Elsa Wisang, Erlin Wisang, Wiska Wisang, Beatrix Wisang, Odwin Wisang, Ludwig Wisang dan Arifin Wisang.

Baca juga : Menguak Teka-Teki Tanah Sengketa Labuan Bajo-Sisi Tilik Dokumen Tanah (2)

Guru Wens sangat bersemangat dalam organisasi, baik organisasi Gereja maupun politik. Ia menjadi anggota Pemuda Katolik dan kemudian Pengurus Partai Katolik hingga menjadi angota DPRD Manggarai saat itu. “Ketika Bapa secara intens menjadi anggota partai politik dari Partai Katolik ada banyak tantangan. Bahkan pernah Bapa tidak mendapat gaji sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS) selama 7 tahun. Di zaman itu, tidak mengikuti partai mainstream dianggap melawan pemerintah. Bapa bersama Guru David Dahur, sangat bergiat di Partai Katolik dan gencar membesarkan partai itu di Manggarai sebab salah satu putera daerahnya, Drs. Rufinus Lahur, menjadi angota DPR-MPR RI di Jakarta dari partai yang sama”, jelas Mama Sofia.[2] Setelah beberapa waktu kemudian, terjadi perubahan, Guru Wens kemudian mendapatkan kembali hak-haknya sebagai seorang PNS.

Pikiran-pikiran Guru Wens berorientasi ke depan. Itulah sebabnya, bersama beberapa rekannya mereka secara bersama meniatkan pendirian sebuah sekolah. Pembicaraan-pembicaraan itu makin intens sehingga diwacanakan terus dalam keluarga. “Seingat saya, tahun 1970, pada saat menanti kelahiran puteri kedua kami, Erlin, diskusi tentang pembukaan sekolah dilakukan secara informal. Demikianpun beberapa hari setelahnya di saat acara adat “Cear Cumpe” (pemberian nama anak)[3] hadir beberapa rekannya yang juga masih keluarga dekat. Pembahasan tema yang sama juga dilakukan. Rupanya di beberapa tempat, diantara mereka diskusi ini intens, sehingga hasilnya, mereka mendirikan Yayasan Pendidikan (Yapen) Nucalale. Yayasan ini kemudian menaungi SMAK St. Thomas Aquinas”, papar Mama Sofia.

Komentar

Berita Terkait

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia
Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende
Yohanes Sason Helan, GM Kopdit Swasti Sari:Hati yang Selalu Mengabdi
Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal
Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!
Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum
Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah
P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Berita Terkait

Selasa, 12 September 2023 - 07:48 WITA

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2023 - 19:33 WITA

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Senin, 24 Juli 2023 - 21:48 WITA

Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:54 WITA

Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!

Kamis, 2 Februari 2023 - 17:36 WITA

Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum

Minggu, 31 Juli 2022 - 20:43 WITA

Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah

Selasa, 5 Juli 2022 - 13:24 WITA

P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Sabtu, 9 April 2022 - 13:34 WITA

Tokoh Koperasi Itu Telah Pergi

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA