Sosok

Frederikus Narut Taku: Kepala Desa yang Mengubah Haluan

Frederikus lahir di Wae Rambung, Lambaleda, Manggarai Timur pada 29 Juni 1933. Mereka hidup berpindah-pindah mengikuti ayah mereka, Aloysius Taku yang berprofesi sebagai guru Sekolah Rakyat. Jika saudara-saudaranya mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, Frederikus sebaliknya hanya menyelesaikan pendidikan dasar.

Mula-mula profesinya di bidang pemerintahan desa adalah Juru Tulis. Lama kelamaan dirinya dipercaya untuk jabatan yang lebih tinggi yakni kepala desa.

“Bapa seorang yang memiliki kemampuan memimpin, kehidupan social kemasyarakatannya bagus, ia mencintai pekerjaan, rajin dan disiplin. Karena itu dia dipilih untuk menjadi Kepala Desa Watu oleh pemerintah kecamatan kala itu”, ungkap Laurens Taku, anaknya.

Baca Juga : Sistem Ijon Sudah Pamit
Baca Juga : Paulus Opot: Pegawai Teladan yang Mencintai Pendidikan

Selama menjabat sebagai Kepala Desa, Bapa Frederikus sungguh menampilkan kemampuan memimpin wilayahnya dengan penuh tanggung jawab. Darah kepemimpinan yang terbawa dalam dirinya dari turunan Ruteng Puú menjadi landasan alamiah untuk membawa desa Watu ke arah yang lebih teratur.

“Bapa memimpin dengan bijaksana. Ia tidak memaksakan kehendak. Pendekatannya persuasive. Hingga masyarakat mengikutinya. Maklum kala itu, betapa susah mengubah konsep masyarakat karena sumber daya manusianya masih lemah”, lanjut Bapa Laurens.

Dalam pandangan Bapa Herman Djegaut, Bapa Frederikus adalah seorang pemimpin desa yang setia kepada pelayanan terhadap masyarakat. “Di zaman Orde Baru, menemukan pemimpin yang memiliki pendekatan persuasive agak sulit. Kala itu, hampir semua karakter pemimpin adalah otoriter. Pak Frederikus ini termasuk salah satu kekecualiannya”, kesan Bapa Herman pada suatu sesi wawancara.

1 2 3Laman berikutnya

Kanisius Deki

Staf Pengajar STIE Karya, Peneliti Lembaga Nusa Bunga Mandiri

Artikel Terkait

8 Komentar

  1. Jika kita memilik kemampuan yang tinggi maka kita bisa memiliki jiwa kepemimpinan.
    Dari artikel diatas memilik kesan yang sangat baik yang dimana kita bisa menuai kemampuan yg kita miliki.dan dari atrikel diatas saya kutipkan sbb:
    Bapa seorang yang memiliki kemampuan memimpin, kehidupan social kemasyarakatannya bagus, ia mencintai pekerjaan, rajin dan disiplin. Karena itu dia dipilih untuk menjadi Kepala Desa Watu oleh pemerintah kecamatan kala itu”.
    ketika kita mencintai maka kita akan dicintai,dan ketika kita melayani aturan maka aturan tentu akan melayanni kita.

  2. Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, dia harus punya jiwa solidaritas yang tinggi dan juga bijaksana.
    Dari artikel di atas kita di ajarkan bagaimana kita tetap mengembangkan talenta atau kemampuan yang kita miliki agar kelak kemampuan itu bisa kita gunakan sesuai yang kita inginkan.

  3. Jika kita memilki tekat yang kuat, dan memililki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Maka tentu juga kita harus memililki pengetahuan dan pengalaman di dalam dunia kerja. Dang yang lebih penting itu percaya diri..
    Dari artikel di atas yang berisi kesan-kesan yang sangat baik di mana kita menuai kemampuan kita untuk menjadi seorang pemimpin. Dari artikel di atas kutipan sbb.
    Seorang bapak memililki kemampuan, dan tekat yang kuat untuk menjadi seorang pemimpin dalam suatu masyrakat, karna di lihat Dari kehidupan social disiplin. Di lihat Dari kehidupannya sehari-hari maka masyrakat memililki untuk menjadi pemimpin di suatu wilaya.

  4. Sebagai seorang pemimpin tentu kita berkerja keras dan penuh tanggung jawab
    Artikel diatas memiliki motivasi atau kesan kepada kita bahwa jadi seorang pimpinan perluh bijaksana,taat,jujur, dan bertanggung jawab atas segala pekerjaan sebagai pemimpin.
    Untuk menjadi arahan buat generasi seterusnya.

  5. Bapak Frederikus adalah orang yang patut dicontoh,jiwa kepemimpinan beliau sungguh menjadi motivasi bagi kita semua,terutama bagi para pemimpin-pemimpin di negri ini terlebih khusus para pemimpin di tanah nucalale kita ini.

  6. Dari artikel di atas memberikan motivasi kepada kita karena BP frederikus orang yg bertanggung jawab, rajin ia juga mencintai pekerjaannya dan artikel ini adalah memberikan contoh yang baik buat kita

  7. Bapak frederikus adalah orang yang patut di contoh,
    jiwa kepemimpinan beliau sungguh menjadi motivasi
    bagi semua orang teutama untuk para pemimpin di tanah nucalale .
    dan juga untuk menjadi arahan buat generasi seterusnnya.

  8. dari artikel diatas Memotivasi kita,agar kita menjadi orang yg lebih baik,dimana kita dlm memimpin suatu kegiatan harus bertangung jawab,dan tidak memaksa kehendak orang lai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button