Drs. Doroteus Hemo: Historia Magistra Vitae

- Penulis

Sabtu, 24 Juli 2021 - 14:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanisiusdeki.com – Sosok Doroteus Hemo dikenal khalayak Manggarai sebagai pribadi yang banyak menghabiskan masa hidupnya sebagai peneliti dan penulis. Fokusnya pada sejarah dan budaya Manggarai. Sejauh telusuran referensi yang kami jumpai,[1] terlihat bahwa orang Manggarai pertama yang memunyai banyak karya tentang sejarah dan kebudayaan tentang daerahnya sendiri, Manggarai, adalah Doroteus![2]

“Bapa saban hari selalu meneliti dan menulis. Jika dia sudah selesai pekerjaannya di sekolah pun di kantor, selalu berkutat dengan tulisan. Ia rajin membaca, mewawancarai orang lalu menuangkan ide atau konsep-kosenpnya dalam bentuk tulisan”, kenang Mama Antonia Aqulina Apul.

Doroteus melihat bahwa ada banyak peneliti dan penulis dari luar yang membahas tentang Manggarai dan segala kekayaannya. “Saya ingin agar pihak kita sendiri membicarakan diri kita dari perspektif sendiri, bukan bergantung pada apa kata orang yang adalah outsider. Keberanian kita mengatakan diri kita pada orang lain memberi manfaat yang sangat besar untuk meluruskan perspektif yang keliru”, katanya suatu kali kepada salah seorang anaknya, Engelbertus G. Hemo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika saya sedang kuliah di Universitas Indonesia Jakarta, ada peneliti dari Amerika mewawancarai Bapa dan berniat menerjemahkan karya-karyanya ke dalam bahasa Inggris. Waktu itu Bapa memberitahu orang itu untuk menghubungi saya. Saat itulah saya sadar bahwa apa yang Bapa lakukan melalui karya-karyanya sangatlah luar biasa. Saya memuji keberanian, keuletan, pilihan sikapnya untuk menarasikan kekayaan budaya Manggarai kepada dunia luar”, lanjut Engelbertus.

Baca Juga : Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang
Baca Juga : Honeste Vivere-Selamat Jalan Viktor Daus!

Bapa Doroteus menjadi narasumber untuk berbagai kegiatan seminar ilmiah pun penelitian-penelitian yang dibuat oleh outsider. “Naskah-naskah seminarnya diketik rapih, dibuat sistematis, juga jawaban-jawaban untuk wawancara ditulis rapih. Bapa selalu mengerjakan sesuatu dengan serius hingga tuntas. Terbukti, dalam banyak tahun ia menghasilkan banyak karya, meskipun kala itu, peralatan seadanya namun ia tetap produktif”, jelas istrinya yang biasa disapa Mama Lin.

Doroteus Hemo memang konsisten. Ia bekerja melakukan penelitian dan menulis temuan-temuannya. Karya-karyanya yang sohor antara lain: Sejarah Perlawanan Keraeng Motang Rua Terhadap Belanda Di Benteng Wake dan Di Desa Copu (1975),  Analisa Sejarah Tentang Bentuk Rumah Adat Daerah Manggarai (1978), Sejarah Daerah Manggarai (1988), Pola Penguasaan Tanah Secara Tradisional Daerah Nusa Tenggara Timur (1990) dan Ungkapan Bahasa Daerah Manggarai (1990), Cerita Rakyat Daerah Manggarai (Terbit Februari 1994), Beberapa Kebiasaan Orang Manggarai Masa Lampau (1998, belum sempat terbit). Kajian-kajiannya memiki content yang mendalam dan detail sehingga masih relevan hingga saat ini.

Karya-karyanya banyak menjadi rujukan bagi penulis asal Manggarai selanjutnya seperti Robert M.Z. Lawang,[3] Dami N. Toda[4] dan Antony Bagul Dagur.[5] Sejak saat itu bermunculan publikasi-publikasi yang secara khusus membahas Manggarai. Doroteus terlihat seperti pioneer dalam studi-studi ini dari sisi tilik insider.[6]

Komentar

Berita Terkait

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia
Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende
Yohanes Sason Helan, GM Kopdit Swasti Sari:Hati yang Selalu Mengabdi
Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal
Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!
Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum
Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah
P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Berita Terkait

Selasa, 12 September 2023 - 07:48 WITA

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2023 - 19:33 WITA

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Senin, 24 Juli 2023 - 21:48 WITA

Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:54 WITA

Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!

Kamis, 2 Februari 2023 - 17:36 WITA

Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum

Minggu, 31 Juli 2022 - 20:43 WITA

Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah

Selasa, 5 Juli 2022 - 13:24 WITA

P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Sabtu, 9 April 2022 - 13:34 WITA

Tokoh Koperasi Itu Telah Pergi

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA