Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!

- Penulis

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Max Regus Pr

Dr. Max Regus Pr

Ziarah Intelektual

Hal selanjutnya, adalah sebuah kontinuitas. Orang bertanya, apakah ada karya berikutnya? Setelah ditahbiskan menjadi Imam, Romo Max terus bergulat dengan realitas sosial dan memandu arah bagi pembaca melalui publikasinya. Judul-judul bukunya menyentak kesadaran kita untuk peduli terhadap situasi sosial politik, budaya dan agama dalam komunitas manusia lintas batas (passing-over).

Karyanya selaku imam bergerak dalam ruang-ruang pelayanan kategorial sebagai Ketua Komisi Kepemudaan dan Komisi Hubungan Antar Agama Keuskupan Ruteng. Buku berikutnya, Sketsa Nurani Anak Bangsa (Obor, 2004), Menembus Era Kemurungan-Kisah Sebuah Negeri Dengan Amnesia Kronis (Ledalero, 2007),  Demokrasi Profetik-Catatan Atas Dusta Politik dan Ranjau Kekuasaan (Parresia, 2009), Tobat Politik-Mengetuk Pintu Hati Kekuasaan Membongkar Krisis Demokrasi Tripolar (Parresia, 2011), Dekade yang Hilang-Kutukan Demokrasi-Dislokasi Kekuasaan (Parresia, 2012), Diskursus Politik Lokal-Kajian Teoretis Kritis (Parresia, 2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian karya di atas adalah permenungan Romo Max dalam ziarah intelektualnya di Jakarta sebagai mahasiswa jurusan Sosiologi Universitas Indonesia. Kecemerlangan Romo Max juga terungkap pada capaian pendidikan akademisnya di Ledalero dan UI sebagai mahasiswa peraih predikat cum laude (terpuji). Itulah sebabnya, ketika ia melanjutkan studi program doktorat ke Tilburg-Belanda, semua hakul yakin bahwa ia dapat menyelesaikannya dengan baik.

Perjumpaannya dengan komunitas internasional selama bertahun-tahun di Belanda tak mengeliminasi kerinduannya untuk pulang ke kampung halaman (kole beo). Ia menyadari capaian-capaiannya dalam bingkai karya gereja yang misioner. Ia bersimpuh di pusara P. Leo Perik SVD di Belanda. Dalam doa ia menggempalkan niat untuk menyusuri lorong-lorong kehidupannya. Sebagai anak yang tahu berterima kasih, Romo Max kembali ke Seminari Pius XII Kisol, menggenggam niat untuk menulis tentang P. Leo Perik SVD, pendiri panti pendidikan bernas itu.

Buku berjudul: Leo Perik SVD-Jembatan Peradaban (Obor, 2018) merupakan sebuah kado terindah untuk almamater dan sang pendiri. Ia juga menerima tawaran penerbit untuk membukukan kajiannya tentang pertambangan di Manggarai di bawah judul: Tambang dan Resistensi Lokal di Manggarai-Flores: Narasi Pembangunan Tripolar Asimetris (Kanisius, 2019).

Ada banyak artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasi kemudian ketika ia mulai mengabdi di Universitas Katolik Santu Paulus sebagai dosen sejak tahun 2019. Artikel-artikel yang mempresentasikan kelas seorang doktor lulusan Eropa yang mengabdi dengan rela di Flores. Dalam sebuah percakapan ia pernah mengatakan bahwa saat ini dunia telah memencarkan apa yang disebut “pusat”. Di mana saja sekarang bisa disebut pusat ketika kita mampu membangun peradaban. Sebab, peradaban adalah titik pusat dari kehidupan.

Ketika dirinya dipercayakan menjadi Dekan FKIP, ia membangun relasi lintas batas dengan mengirimkan anak-anak asuhannya magang ke pelbagai media besar di Jakarta. Sebuah titik mulai baru dalam lintasan kampus Unika St. Paulus. Ada pertautan yang erat antara konsep pemikirannya menciptakan pusat peradaban baru. Mahkota dari ziarah intelektualnya terakui secara akbar tatkala bukunya: Human Rights Culture in Indonesia-Attacks on the Ahmadiyya Minority Group, diterbitkan oleh De Gruyter, lembaga bergengsi dari Jerman, tahun 2021.

Komentar

Berita Terkait

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia
Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende
Yohanes Sason Helan, GM Kopdit Swasti Sari:Hati yang Selalu Mengabdi
Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal
Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum
Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah
P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara
Tokoh Koperasi Itu Telah Pergi

Berita Terkait

Selasa, 12 September 2023 - 07:48 WITA

Menulis Buku, Bangun Budaya Literasi Dalam Koperasi Kredit di Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2023 - 19:33 WITA

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Senin, 24 Juli 2023 - 21:48 WITA

Romo Edu Jebarus Pr: Sejarawan Gereja yang Andal

Kamis, 22 Juni 2023 - 16:54 WITA

Dr. Max Regus Pr: Habemus Rectorem!

Kamis, 2 Februari 2023 - 17:36 WITA

Caritas est Mater, Radix, et Forma Omnium Virtutum

Minggu, 31 Juli 2022 - 20:43 WITA

Frans Kalis Laja: Pendobrak yang Pantang Menyerah

Selasa, 5 Juli 2022 - 13:24 WITA

P. Dr. John M. Prior: Nabi yang Terus Bersuara

Sabtu, 9 April 2022 - 13:34 WITA

Tokoh Koperasi Itu Telah Pergi

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA