Dewan Kebudayaan Manggarai, Secercah Harapan Peradaban

- Penulis

Selasa, 1 Juni 2021 - 21:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Molas Manggarai

Molas Manggarai

Kanisiusdeki.com – Pada 24 Mei2077, Presiden Indonesia, Joko Widodo mengesahkan  Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Kelahiran Undang-undang ini tentu menimbulkan pertanyaan: Mengapa Pemajuan? Apa yang ingin dimajukan dalam kebudayaan? Pertanyaan-pertanyaan ini terjawab, setidaknya dari reasoning Undang-undang ini yang terungkap dalam konsiderans menimbangnya: “menjadikan kebudayaan sebagai investasi untuk membangun masa depan dan peradaban bangsa demi terwujudnya tujuan nasional sebagaimana diamanatkan oleh UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”.

Baca Juga : Membangun Gerakkan Bersama
Baca Juga : Drs. Yohanes Damianus Jehuni : Pemimpin dengan Karakter Kuat

Di sisi lain, Undang-undang ini lahir dari kesadaran bahwa “keberagaman kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia”. Fakta keberagaman ini merupakan kesadaran hakiki yang terakui sejak republik ini dibentuk melalui konsepsi Pancasila dengan Bhineka Tunggal Ikanya. Data BPS tahun 2010, di Indonesia terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau 1.340 suku bangsa. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020 memperlihatkan terdapat 718 bahasa ibu di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa tujuan dari kelahiran Undang-undang ini? Sebagai sebuah kebijakan, tercipta niat yang besar untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia di tengah percaturan kebudayaan global. Karena itu Undang-undang ini menyadari bahwa “diperlukan langkah strategis berupa upaya Pemajuan Kebudayaan melalui Pelindungan, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam Kebudayaan”.

Baca Juga : Drs. Yohanes Segau: Panta rhei kai uden menei!
Baca Juga : Michael Ogos, B.A: Bona Culina, Bona Disciplina!

Komentar

Berita Terkait

Ruteng, Kota Natal
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai
Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang
Keng, Doa Penyerahan Orang Manggarai

Berita Terkait

Jumat, 3 Desember 2021 - 11:20 WITA

Ruteng, Kota Natal

Minggu, 24 Oktober 2021 - 17:23 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 16:54 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:52 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:34 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Minggu, 24 Oktober 2021 - 15:03 WITA

Peran Cendekia Dalam Pendampingan Lembaga Adat Di Manggarai

Selasa, 20 Juli 2021 - 11:46 WITA

Kampung Tenun Itu Bernama Gumbang

Jumat, 25 Juni 2021 - 10:11 WITA

Keng, Doa Penyerahan Orang Manggarai

Berita Terbaru

Foto: Jokowi diterima secara adat Manggarai (sumber: secretariat negara).

Politik

Joko Widodo dan NTT, Secercah Harapan

Selasa, 5 Des 2023 - 17:17 WITA

Buku

Petrus Djawa Sury, Pengabdian Tanpa Batas Pada Kebaikan

Sabtu, 11 Nov 2023 - 11:10 WITA

Berita

Kreba Di’a Dite, 1 Tahun Media Paroki Kumba

Senin, 25 Sep 2023 - 11:49 WITA

Foto: Erat menggenggam tangan anak-anak Ende, memotivasi, memberi spirit untuk menghasilkan Generasi Emas 2045 (sumber: Humas Kab. Ende).

Sosok

Membangun Generasi Emas Kabupaten Ende

Selasa, 15 Agu 2023 - 19:33 WITA